PILKADA SERENTAK 2020 Gibran Daftar Hari Terakhir

SEMARANG—Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, memastikan mendaftarkan diri sebagai calon wali kota (cawali) Solo pada hari terakhir pendaftaran di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12).
KURNIAWAN
redaksi@koransolo.co

“[Mendaftar ke DPD PDIP Jateng] Hari terakhir Mas,” tulis dia melalui pesan Whatsapp (WA) kepada wartawan, Jumat (6/12).

Tapi pengusaha Martabak Kota Barat (Markobar) itu tidak menjelaskan alasannya memilih hari terakhir untuk mendaftarkan diri. Dia lantas mengirim foto dirinya sedang jajan es teh di pinggir jalan di Solo. Di foto itu Gibran mengenakan kemeja warna putih lengan panjang dan celana jins warna biru. Sembari memegang es teh dia tampak berinteraksi dengan salah seorang warga.
“Tadi habis Jumatan beli es teh plastik di daerah Kepatihan,” tulis dia lagi melalui pesan WA. Gibran juga menunjukkan beberapa foto dirinya sedang mampir di sebuah lapak pedagang kaki lima. Tapi lokasi lapak tersebut berbeda dengan lokasi di foto pertama. Salah satu foto menunjukkan lapak penyedia menu bakaran bakso, sosis, tempura, cumi, gurita, mix kebab, french fries, scallop dan minuman Jan Es Teh. Satu gelas plastik minuman Jan Es Teh yang merupakan plesetan dari Jan Ethes dibanderol Rp5.000.
Pengacara kondang Henry Indraguna berharap Gibran segera mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah Solo. Menurut dia sosok pengusaha martabak itu sangat dibutuhkan untuk membawa Kota Bengawan semakin maju lima tahun ke depan.
“Demi perubahan dan kemajuan Solo ke depan saya mohon Gibran segera mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jateng. Saya juga akan ke DPD untuk menyerahkan berkas pendaftaran saya di DPP PDIP. Pada 4 November saya sudah mendaftar di DPP,” tutur dia.
Jika dibolehkan memilih, Henry ingin mendampingi Gibran maju di Pilkada Solo. Alasannya, dia sudah mengenal Solo lantaran semasa kecil di kota ini. Selain itu Henry mengaku ingin membangun Kota Bengawan menjadi kota metropolitan yang berbudaya. Salah satunya dengan mendatangkan para investor kelas kakap luar negeri agar menanamkan modal mereka. Para investor dari luar harus berkolaborasi dengan investor lokal untuk memajukan Solo. Dengan begitu pendapatan dari sektor pajak bisa digenjot.
Sementara itu, sebanyak 35 bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menggelar pilkada serentak 2020 mendaftarkan diri di DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jumat (6/12). Di antara mereka ada dua nama dari Kota Solo, yaitu anggota DPRD Kota Solo, Ginda Ferachtriawan, dan Purwono. Mereka mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota.
Bakal calon lainnya mendaftarkan diri untuk Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, Kota Magelang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Ign. Indra Surya, dan Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi, dipastikan meramaikan bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Pilkada Sukoharjo 2020.
Kepastian itu diperoleh setelah keduanya mengambil formulir pendaftaran sebagai cabup dan cawabup Sukoharjo pada Pilkada 2020 di Kantor DPD PDIP Jateng, Jumat.
Indra mengambil formulir pendaftaran lebih dulu dibanding Purwadi sekitar pukul 14.45 WIB. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRD Jateng itu datang ditemani sang istri. Purwadi juga datang bersama sang istri di belakang Indra. “Sudah lama saya memang ingin mencalonkan diri di Sukoharjo. Saya ingin melanjutkan pengabdian ke masyarakat. Apalagi, sekarang kan sudah kembali ke masyarakat sejak 1 November 2019,” ujar Indra saat dijumpai wartawan.
Disinggung kenapa mendaftar di DPD PDIP Jateng dan bukan di DPC PDIP Sukoharjo yang sebelumnya dibuka pada 16-19 September, Indra mengaku hal itu dikarenakan kurang informasi. “Hla di DPC [PDIP Sukoharjo] pendaftarannya cuma buka dua jam. Ya, enggak bisa,” terang pria yang kali terakhir menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Jateng itu.
Senada juga disampaikan, Purwadi. Wabup Sukoharjo itu mengaku sebelumnya tidak mendapat informasi jika ada pendaftaran cabup dan cawabup di DPC PDIP Sukoharjo. “DPC waktu itu terlambat. Dikasih tahunya telat. Padahal, saya sebagai ketua PAC tapi juga enggak dikasih tahu,” ujarnya.
Ketua Panitia Pendaftaran Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD PDIP Jateng, Abang Baginda Muhammad Mahfuz, mengatakan pada hari pertama pendaftaran di DPD PDIP Jateng ada 35 orang pendaftar. Pendaftaran di DPD PDIP Jateng itu dibuka mulai 6-12 Desember. (Imam Yuda Saputra/Semarangpos.com/JIBI)