Hilang dari Penitipan, Bocah Jadi Korban Mutilasi

SAMARINDA—Malang benar nasib Muhammad Yusuf Gazali, 4. Bocah putra pasangan Bambang dan Meliasari, warga Samarinda, Kalimantan Timur ini ditemukan tanpa kepala setelah sebelumnya dilaporkan hilang dari tempat penitipan anak.
Yusuf dilaporkan hilang sejak dua pekan lalu. Bambang memastikan balita tanpa kepala itu anaknya berdasarkan pakaian yang dikenakan. Bambang menjelaskan anaknya dititipkan di tempat penitipan anak atau day care yang berada di Jl. A.W. Syahranie dan hilang sejak Jumat (24/11).
”Ya benar ini anak saya, tadi ibu lihat pakaian yang digunakan sama dengan pakaian yang digunakan saat ia hilang di tempat penitipan anak,” kata Bambang di ruang jenazah RSUD Samarinda, Kaltim, Minggu (8/12) sore.
Bambang mengaku anaknya diantar ke tempat penitipan anak  sekitar pukul 11.00 Wita. Dia lalu mendapat kabar sekitar pukul 14.30 Wita dari istrinya bahwa anaknya hilang. ”Waktu itu kepala sekolah bilang anaknya hilang saat hujan deras melanda sekolah,” tuturnya.
Bambang dan istrinya, Meliasari, berharap dapat mengetahui pasti penyebab anaknya meninggal dunia. Saat ini keluarga Bambang dan Meliasari sudah berada di RSUD Samarinda.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Mayat bali tanpa kepala tersebut ditemukan di sebuah parit, Jl Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu, kemarin sekitar pukul 05.30 Wita. Polisi mengaku pernah mendapat kabar balita hilang sebelum penemuan mayat balita tanpa kepala dari penitipan anak di lokasi sekitar TKP penemuan mayat bayi.
”Kita lidik dulu apakah ini benar korban yang hilang beberapa waktu lalu atau korban lain lagi,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Iptu M Ridwan.
Warga Samarinda digegerkan dengan mayat bayi yang ditemukan tanpa kepala. Mayat tersebut ditemukan di sebuah parit, Jl Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu.
Balita nahas itu ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh. Warga yang menemukan mayat balita itu langsung melaporkan ke Polsekta Samarinda Ulu.
Jumadi, 50, warga sekitar mengatakan jasad Balita malang ini pertama kali ditemukan istrinya. ”Seperti biasa istri buka jendela seusai Salat Subuh dan ketika melihat ke parit terlihat ada sosok seperti boneka di parit, setelah itu saya dipanggil untuk memastikan sayapun kemudian memanggil tetangga,” kata Jumadi saat diwawancara wartawan di lokasi.
Hingga kemarin penyebab kematian korban dan pelaku pembunuhan serta motifnya masih misterius. (Detik)