Mahasiwa Jadi Korban Pembacokan Siswa SMP Tersangka Klitih Diringkus

JOGJA—Polsek Umbulharjo meringkus tiga tersangka pelaku klitih, AM, NS dan IN, Kamis (5/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

redaksi@koransolo.co

Remaja itu diduga membacok Muhammad Awan Saktiyono pada Minggu (10/11) lalu di Jl. Balirejo, Muja Muju, dan mengakibatkan korban luka berat.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan kasus penganiayaan yang terjadi di Jl. Ireda, Gondomanan, Jogja, Minggu (1/12) lalu. ”Ada kaitannya dengan genk Konco Salawase, yang sementara diduga genk sekolah,” ujarnya, Minggu (8/12).
Pihaknya mengamankan tiga pelaku, AM yang berusia 17 tahun dan bertindak sebagai eksekutor, NS yang berusia 15 tahun dan bertindak sebagai joki, serta IN yang berusia 15 tahun dan bertindak sebagai joki. Ketiganya adalah warga Banguntapan dan masih duduk di bangku SMP.
Kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya, Daniel Butar Butar dan Khoirul Anam berboncengan dalam satu motor matic ditemani teman korban lainnya, hendak pulang ke tempat indekos dari kafe di daerah Sorowajan melewati Jl. Balirejo, Muja Muju, sekitar pukul 01.45 WIB.
Pada saat bersamaan, ketiga tersangka yang juga berbonceng tiga di satu motor Supra melintas di Jl. Balirejo menuju selatan arah SGM. Para tersangka pun mendekati korban dan menanyakan daerah asli korban. ”Tidak ada motif, pelaku hanya merasa korban menghalangi jalannya,” kata Kompol Alaal.
Setelah ditanyai, korban pun menjawab bahwa dia asli jogja, sementara Daniel menjawab orang kampus. Lalu pelaku menyalip dan memepet motor korban hingga motor korban berhenti. Melihat AM membawa celurit, Daniel dan Khoirul Anam lari ketakutan, sementara korban masih di motor sendirian.
Setelah berhadapan, AM membacokkan celuritnya dan mengenai kepala bagian atas hingga banyak mengeluarkan darah. Korban pun menutupi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi AM terus membacokkan cluritnya dan mengenai sikut, lengan, dan pergelangan tangan kanan, serta pergelangan dan sikut kiri korban.
Korban berteriak minta ampun kemudian mundur meninggalkan motornya ke arah utara sembari minta pertolongan warga setempat. Sayangnya waktu itu kondisi sepi sehingga tidak ada pertolongan. Setelah itu pelaku meninggalkan korban pergi ke arah selatan.
Korban pun ditolong oleh kedua temannya yang berada di belakang karena ketakutan. Mereka lantas membawa korban ke Rumah Sakit Hidayatulloh. Setelah dipindahkan ke RSUP Sardjito, korban dioperasi karena di pergelangan tangan kanan dan kirinya ada urat yang putus.
Kompol Alaal mengungkapkan kondisi korban saat ini sudah membaik dan berada di Tangerang. Barang bukti yang disita berupa motor supra hitam dan jaket biru milik AM. Ketiganya akan dijerat pasal 170 ayat (1) dan (2) Jo 55 KUHP Sub Pasal 354 ayat (1) Jo 55 KUHP, dan lebih subsider Pasal 135 ayat (1, 2) Jo 55 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. (JIBI/Harian Jogja/Lugas Subarkah)