”Nek Aku Korupsi, Aku Ora Slamet”

Imam Yudha S.

SEMARANG—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat gebrakan di Hari Anti Korupsi Internasional, Senin (9/12). Seluruh mobil dinas Pemprov Jawa Tengah ditempeli stiker bertuliskan “Nek Aku Korupsi, Aku Ora Slamet”.
Penempelan stiker itu dimaksudkan sebagai perang melawan korupsi. Dalam deklarasi melawan korupsi di Jl. Pahlawan, di depan Kantor Pemprov Jateng melibatkan ribuan pelajar, Minggu (8/12), Ganjar Pranowo, mengajak para pelajar menempel stiker yang berisi ajakan antikorupsi pada mobil-mobil dinas Pemprov Jateng.
Sejumlah mobil dinas yang diparkir di halaman Kantor Gubernur Jateng menjadi sasaran penempelan stiker oleh Ganjar dan ribuan pelajar. Stiker itu cukup unik dengan berbagai macam tulisan seperti “Nek Aku Korupsi, Aku Ora Slamet” dan lain-lain.
Salah satu mobil dinas yang dipasangi stiker milik Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Sarwa Pramana.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Sebelum memasang stiker itu, Ganjar memanggil Sarwa. Kepada mantan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng itu, Ganjar menjelaskan tujuan pemasangan stiker tersebut.
“Ini untuk pengingat sekaligus doa, nek dhewe korupsi, berarti ora slamet [kalau kita korupsi, berarti kita tidak akan selamat]. Pak Sarwa siap kan?” tanya Ganjar.
Sarwa yang mendapat pertanyaan Ganjar langsung menjawab dengan lantang. “Siap pak.”
Selain mobil Sarwa, sejumlah mobil dinas lain juga ditempeli stiker tersebut. Ganjar meminta para pelajar menempel stiker tersebut di kaca-kaca mobil dinas milik pejabat Pemprov Jateng.
Sambil berjalan menuju depan Kantor Gubernuran, mereka meneriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutannya.
Poster itu bertuliskan kalimat-kalimat unik yang khas dengan gaya generasi milenial seperti “Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku”, “Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo”, “Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi”, dan lain-lain.
Di Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar serangkaian kegiatan menyambut Hakordia. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyisipkan pesan untuk kontribusi membersihkan Indonesia dari korupsi.
Salah satu kegiatan yang diinisiasi KPK adalah Anti-Corruption Film Festival (Acffest) di Lotte Shopping Avenue. Saut berterima kasih atas dukungan publik selama ini kepada KPK.
”Saya terima kasih buat keluarga yang sudah coba membantu, semua keluarga di rumah, keluarga di kantor–maksud saya–sudah membawa keluarga. Saya pasti yakin kalau kalian lihat di TV, kok KPK dibegitukan sih?” kata Saut mengawali sambutannya.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran film antikorupsi. Sementara itu, di area luar juga terdapat pameran foto terhadap kegiatan KPK. Selain itu, ada kegiatan bertajuk Dongeng Kebangsaan bersama sutradara Garin Nugroho.
Dalam pameran foto, terdapat sebuah foto yang menyita perhatian yaitu ilustrasi foto Presiden Jokowi lengkap dengan tulisan “Saya akan terus kejar di Polri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya akan ditangkap. Akan kita kejar terus”.
Kalimat tersebut merupakan salah satu kutipan pernyataan Presiden Jokowi ketika ditanya penuntasan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Hal yang menarik adalah foto kutipan pernyataan Presiden Jokowi tersebut kemudian disandingkan persis di samping foto momen unjuk rasa yang dilakukan oleh Ketua BEM UI Manik Marganamahendra. Manik sendiri merupakan salah satu mahasiswa yang menjadi motor penggerak aksi massa demo 22 September lalu yang mendesak sikap tegas Presiden Jokowi dalam menolak rancangan revisi UU KPK.
Saut dan pimpinan KPK lainnya tinggal beberapa hari menjabat. Saut memiliki pesan khusus untuk pimpinan KPK, Firli Bahuri dkk. Dia meminta pimpinan baru merawat nilai-nilai di KPK yang dia sebut baik. (Detik)