PILKADA 2020 Hari Ini, DPC PDIP Panggil Ginda

Kurniawan

SOLO—Dinamika di internal PDIP Solo kian menghangat terkait siapa yang akan menjadi calon wali kota. Senin (9/12) ini DPC PDIP Solo bakal memanggil Ginda Ferachtriawan yang mengambil formulir pendaftaran ke DPD PDIP Jateng padahal DPC sudah mengusulkan pasangan Purnomo-Teguh.
Saat ditemui Espos, Minggu (8/12), anggota Komisi I DPRD Solo itu mengaku baru mengambil formulir pendaftaran, belum mendaftarkan diri. Untuk mendaftarkan diri dia harus melengkapi berkas persyaratan.
Ia mengklaim, niatnya meramaikan pendaftaran cawali-cawawali Solo di DPD PDIP Jateng bukan sebagai wujud ambisi menjadi wali kota/wakil wali kota.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Ia ingin membuktikan PDIP terbuka untuk siapa saja.
“Lima tahun lalu saat penjaringan cawali-cawawali Solo 2015 saya juga mendaftar posisi cawawali. Semangatnya adalah tampil dan menunjukkan bahwa partai terbuka bagi siapa pun yang ingin mengikuti penjaringan,” imbuh dia.
Disinggung kapan mengembalikan formulir, Ginda belum bisa memastikan. Saat ditanya kemungkinan mendapat sanksi dari DPC PDIP Solo, Ginda tidak mau berkomentar. Dia siap dipanggil untuk dimintai klarifikasi.
Sementara itu DPC PDIP Solo berencana memanggil Ginda Ferachtriawan, Senin ini. Surat panggilan dilayangkan Jumat lalu ditandatangani Wakil Ketua I Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi DPC PDIP Solo Janjang Sumaryono A. dan Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa.
Dalam surat itu disebutkan pemanggilan Ginda untuk keperluan konsolidasi internal partai. “Oh itu urusan internal partai, konsolidasi biasa. Tidak terkait pengambilan formulir pendaftaran di DPD PDIP Jateng. Bukan karena itu. Pemanggilan yang sama sudah kami lakukan ke beberapa ketua ranting,” ujar Janjang, Minggu.
Soal langkah Ginda mengambil formulir cawali-cawawali, Janjang menilai hal itu hak kader. “Kalau itu kan hak dia untuk mendaftar. Silahkan, semua boleh mendaftar kok,” kata dia.
Terpisah, Ketua Fraksi PDIP DPRD Solo, Y.F. Sukasno mengaku tidak diberi tahu Ginda saat mengambil formulir pendaftaran. Politikus senior itu juga mengaku belum bisa menghubungi Ginda hingga Minggu sore.
Sukasno menjelaskan kader PDIP selalu terikat disiplin organisasi, disiplin bicara, dan disiplin komunikasi. Tiga disiplin tersebut harus selalu dipegang teguh kader PDIP.
DPC PDIP telah mengusulkan pasangan cawali-cawawali yaitu Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.
Politikus PDIP lainnya, Purwono, juga ikut memeriahkan penjaringan kepala daerah. Purwono adalah anggota DPRD Solo periode 1999-2004 yang terlibat kasus korupsi APBD 2003.
Dosen Hukum Tata Negara UNS Solo, Agus Riewanto, mengatakan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), mantan terpidana kasus korupsi boleh mendaftarkan diri sebagai calon kepala atau wakil kepala daerah. Namun, yang bersangkutan harus mengumumkan dirinya pernah melakukan tindak pidana korupsi melalui media massa.
Sementara itu, Gibran akan mendaftar calon wali kota melalui DPD PDIP Jateng. Meski demikian, belum bisa dipastikan kapan Gibran akan datang mengambil maupun mengembalikan berkas pendaftaran.
“Utusan Mas Gibran sudah berkonsultasi dengan kami dan memastikan akan mendaftar di DPD,” tutur Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD PDIP Jateng, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan, Minggu.
Baginda menambahkan Gibran akan mengambil formulir dan mengembalikan pada hari yang sama. Pada hari ketiga pendaftaran atau Minggu, ada 11 pendaftar yang datang ke Panti Marhaen. Sebanyak enam orang mengembalikan formulir dan lima orang mengambil formulir pendaftaran.
Yang mengembalikan formulir yakni Ida Hartono (cabup Klaten), Purwadi (cabup Sukoharjo), Sarmadi, Ign. Indra Surya, A.A.B. Haryanto, dan Puguh Sutarto (cawabup Sukoharjo).
Pelamar yang menggambil formulir yakni Kamid (cabup Blora), Bambang Samekto (cawabup Sragen), Eko Sugeng Waluyo (cabup/cawabup Rembang), Agus Riyanto (cawabup Klaten), dan Henry Indraguna (cabup Sukoharjo).
Dari Klaten, putra inisiator mobil Esemka, Ida Hartono, telah mengembalikan formulir pendaftaran. ”Tadi berkasnya sudah dinyatakan lengkap dan semoga mendapat rekomendasi untuk maju sebagai AD 1 Klaten,” ujar Ida dalam jumpa pers. (Ponco Suseno)