Puting Beliung Melanda, 2 Orang Terluka

WONOGIRI—Hujan disertai angin kencang atau puting beliung terjadi di tiga kecamatan di Wonogiri, Sabtu (7/12) petang. Peristiwa itu mengakibatkan dua orang luka karena tertimpa reruntuhan rumah sesaat setelah tertimpa bangunan lain.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada wartawan, Minggu (8/12), menginformasikan bencana itu terjadi di Eromoko, Pracimantoro, dan Bulukerto.
Peristiwa di Eromoko terjadi di dua desa, yakni Ngunggahan dan Basuhan. Angin kencang saat hujan mengguyur di Ngunggahan mengakibatkan enam unit rumah warga Dusun Ngrawan dan Demangan rusak bagian atap. Rumah yang rusak milik Sukarno, Rukimin, Kasbi, ketiganya warga Ngrawan, Purwanto, Syamsul Riyadi, dan Taman, mereka warga Demangan. Kerugian material akibat bencana tersebut ditaksir lebih kurang Rp24 juta. Selain itu angin kencang atau puting beliung juga menumbangkan pohon lalu menimpa kabel listrik hingga membuat tiang listrik miring.
Peristiwa di Basuhan mengakibatkan satu unit rumah warga Dusun Dayakan rusak bagian atap. Bencana di Pracimantoro mengakibatkan kandang ayam berukuran 7 meter x 19 meter setinggi lebih kurang 3 meter milik Tumiran roboh. Struktur kandang itu menimpa bangunan rumah di dekatnya. Akibatnya, rumah tersebut rusak berat hingga mengakibatkan dua penghuni luka. Keduanya orang yang terluka, Slamet Riyanto luka sobek di kaki akibat tertimpa galvalum dan Rukinem luka memar di kepala dan badan akibat terkena reruntuhan genting.
“Saat itu mereka dibawa ke Puskesmas Pracimantoro. Luka Slamet mendapat delapan jahitan. Kalau Ibu Rukinem dirawat biasa. Keduanya sekarang menjalani rawat jalan,” kata Bambang.
Hujan deras di Bulukerto mengakibatkan tanah tepi jalan raya Slogohimo-Bulukerto sepanjang lebih kurang 20 meter longsor. Peristiwa itu berpotensi membuat badan jalan juga longsor.
BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemerintah kecamatan, dan warga untuk melakukan pemulihan kondisi. Kerja bakti di lokasi dilaksanakan, Minggu.
Peristiwa yang sama terjadi di Girimarto dan Slogohimo, pekan lalu. Kejadian itu mengakibatkan 13 unit rumah warga rusak. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp24 juta.
Bambang mengimbau warga menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan bencana, termasuk angin kencang. Angin kencang dapat mengakibatkan sejumlah kerusakan, tak hanya merusak atap rumah, tetapi bisa merobohkan rumah, menumbangkan pohon, merobohkan baliho, dan lainnya.
Oleh karena itu menurut dia warga perlu mengepras pohon yang sudah tinggi dan rantingnya menjulur panjang. Terlebih jika pohon tersebut di dekat hunian. Setiap tahun terjadi pohon tumbang yang tak sedikit menimpa rumah. “Saat hujan lebat jangan berada di dekat baliho atau berteduh di dekat pohon,” kata Bambang. (Rudi Hartono)