SEA Games Manila Vietnam Bisa Dikalahkan

MANILA—Timnas Vietnam sering menjadi momok menakutkan bagi Timnas Indonesia. Namun, Vietnam bukanlah tim yang tidak bisa dikalahkan.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@solopos.co.id

Sebelum kalah pada babak penyisihan grup, beberapa hari ialu, pada Maret lalu Timnas U-23 tumbang dengan skor 0-1 pada Kualifikasi Piala AFC U-23 di Hanoi, Vietnam. Kekalahan tersebut cukup menyakitkan karena membuat Timnas dipastikan gagal lolos ke Piala AFC U-23 tahun depan.
Selang tujuh bulan, giliran Timnas senior yang dibekuk dengan skor 1-3 di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasil itu membuat Timnas kian terpuruk di dasar klasemen.
Nasib apes belum berhenti saat Timnas U-23 kembali dipermalukan Golden Stars, julukan Vietnam, kali ini di fase grup SEA Games 2019. Sempat unggul 1-0, Evan Dimas dkk. dipaksa mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 2-1.
Bertemunya kembali dua negara di final SEA Games 2019 jelas menjadi momen revans ideal bagi Garuda Muda. Torehan medali emas SEA Games bakal menjadi pelipur lara sempurna menyusul deretan kekalahan kontra Vietnam sebelumnya.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Namun, Garuda Muda tampaknya perlu ekstra waspada bila tak ingin kembali gigit jari dalam duel yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12) malam WIB.
Usut punya usut, Vietnam tak menurunkan skuat terbaiknya saat menghajar Kamboja dengan skor 4-0 di semifinal. Mereka menyimpan sejumlah pemain pilar seperti bek Ho Tan Tai dan gelandang Trie Viet Hung agar fit saat tampil di final. Perjudian ini terbukti berhasil karena Vietnam tetap lolos dan pilarnya tersebut dalam kondisi bugar ketika menghadapi Osvaldo Haay dkk. Kedua tim hanya punya waktu istirahat dua hari sebelum babak pamungkas sehingga pelatih harus bersiasat untuk menjaga fisik pemain.
“Sebenarnya kekuatan fisik tim belum pulih 100%. Namun, kami berhasil menang mudah sehingga kami bisa menyimpan banyak energi untuk final,” ujar striker Vietnam, Nguyen Tien Linh, seperti dilansir Bongdaplus, Minggu (8/12).
Kondisi ini berkebalikan dengan Timnas Indonesia yang harus bermain hingga perpanjangan waktu untuk mengandaskan Myanmar 4-2 di semifinal. Stamina pemain diprediksi cukup terkuras, apalagi bagi starter yang harus bermain selama 120 menit.
Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, pun langsung mengagendakan pemulihan kebugaran selepas menghadapi Myanmar. Dia hanya memberi latihan ringan sembari menambahkan menu joging dan umpan-umpan bola. Sesi latihan pada Minggu hanya berlangsung satu jam. Setelah sesi itu, para pemain menjalani terapi berendam di air es.
“Latihan hari ini fokus mengembalikan kebugaran pemain. Prosesnya berjalan baik, mudah-mudahan semua anggota tim siap saat tampil melawan Vietnam,” kata Indra dilansir pssi.org.
Timnas tampaknya harap-harap cemas menanti perkembangan pemulihan bintangnya, Egy Maulana Vikri. Winger Lechia Gdansk itu harus ditandu keluar di babak perpanjangan waktu semifinal. Kondisi Egy menjadi bahasan media Vietnam seperti 24H dan Khampha.
Mereka menyebut ketidakhadiran Egy di final akan menjadi kehilangan besar bagi Garuda Muda. Sejauh ini Egy sudah mencetak empat gol dan menjadi pemain tersubur Garuda Muda setelah Osvaldo Haay (delapan gol).