Tawon Vespa Teror Warga di 31 Dukuh

SRAGEN—Teror tawon Vespa affinis atau sering dikenal dengan tawon gung terus terjadi di wilayah Kabupaten Sragen. Hingga Jumat (6/12) lalu, laporan teror tawon gung yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen sebanyak 31 lokasi.
Sebelumnya penanganannya yang semula sporadis. Setelah rapat koordinasi sukarelawan search and rescue (SAR), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan BPBD di Aula BPBD Sragen, Rabu (4/12), penanganan teror tawon gung dilakukan secara terkoordinasi dengan pembagian zona wilayah yang diatur secara fleksibel.
Penjelasan tersebut disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sragen Giyanto atas sepengetahuan Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono saat dihubungi Koran Solo, Minggu (8/12). Giyanto mengatakan sebanyak 31 lokasi laporan teror tawon gung itu menyebar di wilayah Kecamatan Plupuh, Sragen Kota, Sambungmacan, Miri, Gemolong, Gondang, Gesi, Kedawung, Ngrampal, Karangmalang, Tanon, Sumberlawang, Sukodono, dan Sidoharjo. Dia mengatakan penanganan tawon vespa itu dilakukan pada malam hari karena kalau siang hari berisiko.
“Kalau siang hari kan ada anak-anak dan orang. Tawonnya bisa mengamuk dan berisiko menyengat orang. Kalau malam hari tawon tidur di sarang sehingga bisa leluasa mengeksekusi sarang tawonnya. Seperti pada Sabtu (7/12) malam, kami mengevakuasi sarang di tiga lokasi di wilayah Kecamatan Gondang, yakni di Dukuh Geneng Desa Bumiaji, Cangkong dan Plampang Desa Wonotolo,” ujarnya.
Dalam penanganannya, ujar dia, sudah dibagi per zonasi, misalnya Damkar Sragen itu lokasinya meliputi wilayah Sragen Kota, Ngrampal, dan Karangmalang. Bila terjadi kebakaran, ujar dia, maka Damkar memprioritas penanganan kebakaran sedangkan penanganan tawon bisa diserahkan ke sukarelawan SAR lainnya.
Kemudian untuk SAR Poldes, ujar dia, meliputi wilayah Sidoharjo, Masaran, Sukodono. Lalu BPBD wilayah Gondang, Sambungmacan, Gesi, dan daerah lainnya. “Kalau terjadi pohon tumbang atau bencana alam maka fokus BPBD ke pohon tumbang atau bencana alam itu, untuk penanganan tawon bisa diserahkan ke SAR lainnya. Itulah yang kami maksud luwes,” katanya.
Dia menjelaskan sukarelawan lain yang terlibat dalam penanganan teror tawon Vespa di antaranya SAR Poldes, SAR MTA, SAR Wong Salam, dan SAR Semut Ireng. Dia mengatakan koordinator tetap ada di BPBD sehingga semua laporan masuk ke BPBD semua. Giyanto melanjutkan laporan bisa ke sukarelawan yang nantinya direkap oleh BPBD dan kemudian BPBD membagi habis ke semua wilayah kepada sukarelawan.
“Dalam penanganan tawon di Gondang misalnya, ada sukarelawan SAR lain yang ikut bergabung seperti dari FKPPI, Sukarelawan Ganefo, Kumpulang Wong Sragen, dan warga setempat. Evakuasi sarang tawon di Dukuh Geneng, Desa Bumiaji, karena meresahkan warga. Tawon gung itu berada di pekarangan rumah milik Noglog, 63, warga setempat. Penanganan dilakukan dengan membakar sarang tawon itu,” ujar Giyanto. (Tri Rahayu)