2 Residivis Jambret Didor

SUKOHARJO—Dua penjambret di wilayah Sukoharjo dibekuk jajaran Satreskrim Polres Sukoharjo.

Indah Septiyaning W.
redaksi@koransolo.co

Kedua tersangka bahkan ditembak lantaran melawan aparat saat diamankan.
Dua jambret masing-masing Bagas Aji, 18, warga Gayam, Sukoharjo dan Catur Res Jenar, 22, warga Kemasan, Polokarto, melancarkan aksinya di 18 tempat kejadian perkara (TKP). Atas perbuatan tersebut, mereka kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan penangkapan pelaku jambret berawal dari hasil penyelidikan jajaran Satrekrim menindaklanjuti laporan kasus penjambretan di depan Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Mulyani, Jetis, pada 15 November lalu. Di mana dalam laporannya, tas korban milik Mariyati berisi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), HP Oppo A37, dan uang senilai Rp250.000 dijambret dua pelaku.
“Dari laporan ini kami langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga mengindentifikasi dan menangkap dua pelaku di wilayah terpisah, yaitu di Sukoharjo Kota dan Polokarto,” kata Kapolres dalam gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, Senin (9/12).
Dari hasil penangkapan ini, Polres melakukan pengembangan kasus dan diperoleh keterangan kedua tersangka telah beraksi di 18 TKP sejak Oktober 2018. Mayoritas korban adalah perempuan. Mereka telah menjambret tas di delapan TKP. Sedangkan 10 TKP lainnya mencuri burung di rumah-rumah warga. “Burung yang dicuri seperti murai, jalak, pleci, love bird dan kenari,” jelasnya.
Kapolres mengatakan tersangka mengaku seluruh barang hasil curian dan penjambretan sudah dijual dan uangnya digunakan untuk foya-foya. Saat ini barang bukti yang disita tinggal satu unit handphone Oppo dan mengamankan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi jambret. Kapolres mengatakan kedua tersangka belum lama keluar dari Rutan Kelas IA Solo.
“Sekarang kedua pelaku ditangkap lagi dengan kasus jambret dan pencurian burung. Satu pelaku bertindak sebagai joki dan satunya eksekutor,” kata dia.
Mereka kini mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo. Keduanya dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP atau Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. “Saat diamankan kedua pelaku ini sempat melawan sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas,” kata Kapolres.
Salah satu tersangka Bagas Aji Hermawan mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk memenuhi gaya hidup. “Buat sewa mobil ngapelin pacar. Saya mulai mencuri sejak umur 17 tahun dan memang sudah pernah di tahan dan ini bikin saya kapok,” katanya.