Mainkan Sakelar Lampu Flyover 2 Remaja Dikenai Wajib Lapor

KARANGANYAR—Dua remaja yang memainkan sakelar lampu PJU di flyover Palur, AA, 15, dan APR, 13, mendapat hukuman wajib lapor dan pembinaan.
Beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (17/11) pukul 03.00 WIB, dua remaja warga Kabupaten Sukoharjo, AA, 15, dan APR, 13, memainkan sakelar salah satu lampu penerangan jalan umum (PJU). Tepatnya sakelar salah satu PJU di sisi selatan jalan atau pada jalur Karanganyar-Solo. Akibatnya sejumlah lampu PJU di Palur sisi barat mati.
Salah satu pelaku, AA, 15, merekam ulah mereka melalui video pada handphone miliknya. AA mengunggah rekaman pada status di akun Whatsapp-nya. Video itu lantas viral di media sosial lain, seperti Facebook dan Instagram. Data yang dihimpun Koran Solo dari Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Karanganyar, dua remaja itu ditangkap polisi karena dinilai melanggar ketertiban umum. Mereka bertetangga.
Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Ismanto Yuwono, menjelaskan modus dua remaja itu adalah iseng. Mereka dinilai sengaja mengganggu ketertiban umum di jalan raya. Anggota Polsek Jaten dan Polres Karanganyar menyelidiki video viral itu dan menangkap dua remaja.
”Jadi dua remaja itu berjalan-jalan di flyover Palur. AA melihat sakelar PJU di salah satu tiang lampu penerangan nglewer. Dia menyuruh APR memainkan tombol sakelar. AA menyuruh APR mengulangi perbuatannya lagi dan direkam. Hasil rekaman di-upload ke media sosial sehingga viral dengan tagar video Flyover,” kata Kapolres saat ditemui wartawan di Mapolres Karanganyar, Senin (9/12).
Kapolres menyampaikan dua anak di bawah umur itu diba­wa ke Mapolres Karanganyar didampingi orang tua masing-masing. Salah satu anak, APR, 13, terdeteksi anak berkebutuhan khusus (ABK). APR inilah yang diminta AA memainkan sakelar lampu PJU.
”Kami panggil mereka didampingi orang tua. Pemeriksaan selesai, kami putuskan mereka mendapat pembinaan khusus. Undang-Undang perlindungan anak memberikan mandat demikian. Salah satu anak berkebutuhan khusus. Motif sementara keisengan, kenakalan remaja,” tutur dia.
Kapolres berharap ulah dua remaja itu tidak dicontoh oleh remaja lain. Ulah mereka dinilai merugikan ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan. Kapolres juga mengingatkan orang tua agar lebih peduli terhadap anak.
”Jangan biarkan [anak-anak] keluyuran malam. Mereka dibina, diberi perhatian khusus. Konseling, diserahkan kepada orang tua melibatkan sekolah dan masyarakat di lingkungan sekitar. Tidak dikenakan pidana. Tidak ada indikasi kriminal hanya iseng kenakalan remaja. Jangan dicontoh,” ungkap dia.
Polres Karanganyar menerapkan Pasal 503 KUHP juncto UU No.11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Mereka diancam pidana penjara paling lama tiga hari dan denda paling banyak Rp250. Tetapi Polres Karanganyar memutuskan tidak memidanakan mereka.
Leganek menyampaikan Polres Karanganyar sudah memberikan konseling kepada dua remaja itu beberapa waktu lalu. Hasil konseling tersebut memutuskan dua remaja itu direkomendasikan diserahkan kepada orang tua untuk mendapatkan pengawasan. ”Proses pengawasan berkelanjutan. Justru karena tahu ABK jadi harus lebih care.” (Sri Sumi Handayani)