Pelajar Jadi Sasaran Penjualan 3 Pengedar Pil Koplo Dicokok Polisi

KLATEN—Tiga pengedar pil koplo dicokok anggota Satnarkoba Polres Klaten, Jumat (6/12). Peredaran pil koplo itu menyasar pelajar di Prambanan dan sekitarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Koran Solo, terbongkarnya jaringan pengedar pil koplo di Prambanan dan sekitarnya bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dengan maraknya peredaran barang haram tersebut di daerah itu. Beberapa orang tua siswa SMA di Prambanan dan sekitarnya mengadukan hal tersebut ke jajaran Polres Klaten.
Setelah memperoleh laporan, anggota Satnarkoba Polres Klaten mengintai sejumlah daerah di Prambanan. Hasilnya, anggota Satnarkoba Polres Klaten menangkap tersangka AAM, warga Towangsan, Manisrenggo.
“Dari penangkapan itu, kami kembangkan lebih lanjut. AAM memperoleh pil koplo dari GD, warga Kebondalem Lor, Prambanan. Lalu, GD memperoleh barang lagi dari DSM, warga yang tinggal di Kokosan, Prambanan. Pil koplo yang disita mencapai 32 pil [jenis Trihex]. Tersangka inilah yang sering mengedarkan pil koplo kepada para pelajar di Prambanan. Para tersangka itu biasa menjual pil koplo Rp35.000 per butir,” kata Kasatnarkoba Polres Klaten, AKP Heru Sanusi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Senin (9/12).
Selain menangkap tersangka pengedar pil koplo, lanjut AKP Heru Sanusi, Satnarkoba Polres Klaten juga menangkap dua tersangka pengedar sabu-sabu. Masing-masing tersangka, yakni AGG dan DM. Keduanya warga Klaten kota. Saat ditangkap, keduanya mengonsumsi dan memiliki sabu-sabu sebanyak 0,5 gram. “Penangkapan pengedar sabu-sabu itu, Selasa (3/12),” katanya.
Wakapolres Klaten, Kompol Zulfikar Iskandar, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, mempersilakan seluruh elemen masyarakat berani melaporkan adanya tindak kejahatan kepada polisi. Berbagai pengungkapan kasus di Polres Klaten sering kali juga berawal dari laporan masyarakat.
“Silakan dilaporkan, jangan ditindak sendiri. Kami berkomitmen tidak ada ampun dengan hal ini [narkoba]. Di samping narkoba dan pil koplo, kami juga telah menyita 500-an botol berisi minuman keras (miras) di berbagai lokasi di Klaten selama tiga bulan terakhir,” katanya. (Ponco Suseno)