Rudy Sebut Kader Tidak Tahu Aturan

MARIYANA RICKY P.D.

SOLO—Dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo mengambil formulir pendaftaran bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (6/12). Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyebut manuver itu menandakan kader tersebut tak tahu aturan.
Kedua kader itu adalah Ginda Ferachtriawan, anggota Komisi I DPRD Solo 2019-2024 yang dipilih dari daerah pemilihan (Dapil) Pasar Kliwon-Serengan, dan Purwono, anggota DPRD Solo periode 1999-2004.
Aturan yang dimaksud Rudy, sapaan akrabnya, adalah Peraturan Partai No. 24/2017 tentang Rekrutmen Bakal Calon Kepala Daerah yang menyebut DPC boleh melakukan penjaringan tertutup di internal partai apabila memperoleh suara minimal 25 persen.
“Tapi, tidak masalah. Mereka pengin jadi wali kota atau wakil wali kota tapi enggak diusulkan pengurus struktural partai saat penjaringan.”
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
“Mereka mendaftar atas kemauan sendiri, bukan partai. Saya enggak akan menyurati mereka. Hla kenapa, daftarnya sah di DPD PDIP Jateng, bukan lewat partai lain. DPC tidak akan memanggil [kader tersebut], biarkan dulu, kami lihat dulu,” kata dia kepada wartawan, Senin (9/12).
Rudy mengaku keduanya tidak meminta izin atau meminta surat pengantar DPC untuk mengambil formulir pendaftaran ke DPD. Ia tidak mengetahui aturan pasti pendaftaran balon kepala daerah di DPD.
“Apakah harus ada pengantar? Enggak ngerti saya. Aturannya saya enggak tahu. Pokoknya DPD buka pendaftaran, ya, silakan. Tapi, artinya [kedua kader itu] enggak memahami aturan partai. Baru kali ini ada pendaftaran di tingkat DPD maupun DPP, jadi saya enggak tahu bagaimana aturannya. Itu jadi urusan mereka [DPD maupun DPP],” jelas Rudy.
Ginda memenuhi panggilan DPC PDIP Solo, Senin, sekitar pukul 12.00 WIB. Ginda datang sendirian ke Kantor DPC PDIP Solo di Jl. Hasanudin No. 26 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan. Dia ditemui Wakil Ketua I Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi DPC PDIP Solo, Janjang Sumaryono Aji.
Dalam kesempatan itu Ginda diklarifikasi terkait polemik pemindahan siswa SMPN 3 Solo dari Keprabon ke Karangasem. Ginda merupakan salah satu orang tua siswa yang mengikuti sosialisasi pemindahan pada Rabu (27/11) lalu.
“Saya sudah datang memenuhi panggilan DPC PDIP Solo tadi [Senin]. Materi yang diklarifikasikan kepada saya ternyata terkait SMPN 3 Solo, bukan tentang langkah saya mengambil formulir cawali-cawawali di DPD PDIP Jateng,” ujar Ginda kepada wartawan, Senin.
Ginda mengaku sudah menjelaskan sikapnya terkait SMPN 3 Solo kepada Janjang Sumaryono Aji. Namun, seperti apa sikap DPC PDIP Solo terkait masalah tersebut, dia menyarankan awak media meminta penjelasan kepada Janjang.
Sementara Janjang saat dihubungi Koran Solo melalui ponsel mengonfirmasi pemanggilan Ginda terkait polemik rencana pemindahan SMPN 3 Solo.
Klarifikasi kepada Ginda tidak ada kaitannya dengan pengambilan formulir di DPD PDIP Jateng.
“Saya sudah sampaikan dan tekankan kepada Ginda tentang kewajiban-kewajiban dia sebagai kader partai. Ginda pun menyatakan sudah memahami dan akan melaksanakannya sesuai tupoksi dia. Jadi bukan soal formulir cawali,” kata dia.
Menurut Janjang, hasil klarifikasi kepada Ginda akan dilaporkan kepada Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.
Beberapa jam setelah pemanggilan, Ginda menemui Rudy di kantornya di kompleks Balai Kota. Namun, pertemuan urung dilakukan karena Wali Kota Solo itu sibuk dengan sejumlah agenda.
“Saya mengadap beliau [Rudy] untuk klarifikasi, konsultasi, kaitannya dengan yang baru-baru ini terjadi. Jangan sampai missed komunikasi. Semua dinamika agar tidak melebar. Karena sibuk, mungkin saya jadwalkan ulang besok atau lusa. Posisinya ini saya sebagai anak mengadap bapak agar bisa klarifikasi kabar-kabar yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya,” kata dia.
Ditanya lebih jauh soal tujuan pertemuan itu, Ginda enggan mengungkap. Termasuk kaitannya dengan pengambilan formulir pendaftaran balon kepala daerah ke DPD PDIP Jateng yang dilakukan Ginda. “Ya, semua. Yang penting saya ketemu dulu,” papar Ginda.
Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, menyatakan tidak mau mengomentari Ginda yang mengambil formulir pendaftaran cawali-cawawali di DPD PDIP Jateng. Dia menyerahkan sepenuhnya sikap partai kepada Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Saat disinggung kemungkinan PAW terhadap Ginda, Teguh menyatakan tidak ada arah ke sana. “Gak ada, Gak ada itu. Kok mudah sekali,” ujar Teguh kepada wartawan di sela-sela deklarasi pemuda Kelurahan Sumber yang mendukung Purnomo-Teguh, Minggu (8/12) malam. (Kurniawan/JIBI)