BALAP BMX Terpeleset di Tagaytay, Emas Melayang

MANILA—Tim balap sepeda BMX Indonesia gagal menambah pundi medali emas setelah dua pembalap andalan terpeleset pada balapan yang berlangsung di BMX Track Tagaytay City, Filipina, Selasa (10/12).
I Gusti Bagus Saputra yang merupakan juara bertahan hanya berada di posisi enam atau satu tingkat di atas pembalap yang finis paling belakang yaitu Espirito Santo Morais yang merupakan pembalap dari Timor Leste. Begitu juga Rio Akbar yang berada di posisi kelima.
Hasil ini jelas di luar dugaan karena kedua pembalap ini sudah sejak lama dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan dua tahunan tersebut. Bahkan, beberapa kejuaraan diikuti guna menambah jam terbang dan mengasah kemampuan.
”Bagus terpeleset di moto 1. Itu sangat berpengaruh. Terus terang hasil BMX ini di luar dugaan,” kata manajer tim balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Manila.
Pada BMX race ini medali emas direbut pembalap asal Thailand, Komet Sukprasert, perak direbut pembalap tuan rumah Filipina, Daniel Patrick Caluag dan perunggu diraih pembalap Thailand lainnya, Somkid Haratawan.
Dengan lepasnya emas dari BMX race, peluang Indonesia untuk merebut medali emas cukup berat karena tinggal menyisakan satu nomor saja yaitu BMX Freestyle. Pada nomor ini Indonesia menurunkan Iyan Sopian dan Januar Susanto.
”Harapan kami sudah habis. Ini bukan mengkesampingkan nomor freestyle,” kata Budi.
Gagalnya Bagus mempertahankan emas membuat tim balap sepeda gagal memenuhi target tiga emas karena hingga saat ini baru satu emas yang didapat lewat Aiman Cahyadi dari nomor ITT. Selain itu empat medali perak dan satu perunggu. Salah satu perak diraih Toni Syarifudin dan nomor BMX Time Trial.
Sebelumnya pelatih kepala timnas balap sepeda Dadang Harris Poernomo mengaku hasil di SEA Games belum sesuai dengan harapan. Dimulai dari cross country yang nir medali, juga dari downhill yang hanya mendapat perak perunggu.
”Road yang peningkatannya pesat bandingkan SEA Games Malaysia. Kami dapat satu emas, dua perak dan satu perunggu. Kalau di Malaysia hanya satu perunggu, itu pun dari putri,” ungkapnya. (JIBI/Antara)