Beri Rp50.000, Giyantoro Cabuli Anak Tetangga 

SUKOHARJO—Warga Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo Giyantoro alias Blendi, 47, harus berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli anak tetangganya.
Giyantoro diduga mencabuli, Dr, yang masih di bawah umur. Aksi bejat itu dilancarkan tersangka di rumahnya saat sang istri pamit kondangan dengan warga lainnya.
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kasat Reskrim Polres Sukoharjo Gede Yoga Sanjaya mengatakan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi pada 26 Juni 2019 lalu. Saat itu pelaku yang tengah sendirian di rumah memanggil korban untuk datang ke rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.
”Korban ini tidak curiga karena Giyantoro adalah tetangganya sendiri,” ungkap Kapolres dalam gelar perkara di halaman Mapolres Sukoharjo, Selasa (10/12).
Setiba dirumah Giyantoro, Dr diminta membantu menanam melon dengan iming-iming upah Rp50.000. Pada saat itulah Giyantoro melancarkan aksi bejat mencabuli Dr dengan memasukkan jari ke alat kelaminnya.
Menerima laporan adanya tindak pencabulan itu, unit PPA Satreskrim Polres Sukoharjo langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga berhasil menangkap Giyantoro pada 4 Desember lalu.
”Awalnya pelaku ini tidak mengakui perbuatannya. Pelaku berkilah tidak melakukan. Setelah diinteregasi dan bukti-bukti yang mendukung pelaku ini akhirnya mengakui perbuatannya,” jelas Kapolres.
Kapolres mengatakan kini tersangka mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo berikut barang bukti yang diamankan. Di antaranya satu potong jilbab warna putih biru, satu potong celana kolor putih, dan satu potong baju warna coklat polkadot.
Giyantoro dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda lima miliar rupiah.
Giyantoro mengaku baru melakukan satu kali aksi pencabulan terhadap korban. Aksi itu muncul secara tiba-tiba setelah melihat korban datang ke rumahnya.
”Saya khilaf dan tidak akan melakukan hal seperti itu lagi,” kata Giyantoro di hadapan Kapolres. (Indah Septiyaning W.)