BOLA VOLI Akhir Penantian 10 Tahun

MANILA—Tim bola voli putra Indonesia mengakhiri penantian selama 10 tahun untuk mempersembahkan medali emas SEA Games.

Tri Wiharto
redaksi@koransolo.co

Indonesia menunjukkan kekuatan mereka dalam merebut emas dengan menumbangkan tuan rumah Filipina pada laga final di Philsports Arena, Metro Manila, Selasa (10/12) malam WIB.
Rivan Nurmulki dan kawan-kawan menang telak dengan skor 3-0 (25-21, 27-25, 25-17). Filipina adalah tim kejutan setelah menjungkalkan juara bertahan Thailand.
Absennya Thailand di partai puncak memang menjadi berkah bagi Indonesia. Selama ini Thailand adalah momok bagi Indonesia dalam upaya meraih prestasi tertinggi.
Berstatus tim tamu, Sigit Ardian dan kawan-kawan tidak canggung. Smes-smes keras tipikal pemain Indonesia terus dilakukan meski lawan juga tidak tinggal diam. Indonesia bahkan sempat tertekan meski akhirnya mampu mengakhiri set pertama dengan skor 25-21.
Memasuki set kedua, pertandingan jauh lebih ketat. Tuan rumah yang dimotori John Vic de Gusman tidak kalah sengit dalam memberikan perlawanan. Perolehan poin cukup ketat dan bahkan masing-masing tidak bisa unggul jauh.
Tim Merah Putih yang sejak awal menargetkan medali emas terus melakukan kombinasi serangan melalui Rivan Nurmulki maupun Sigit Ardian dan dimotori langsung sang kapten Nizar Munawar. Berkat ketenangan, Indonesia mampu kembali unggul 27-25.
Memasuki set ketiga, Indonesia yang sudah unggul 2-0 terus melancarkan serangan. Permainan yang diperagakan kedua tim hampir sama dengan dua set sebelumnya. Namun, anak asuh Li Qiujiang tersebut mampu unggul hingga kedudukan 16-11.
Unggul lima poin membuat semangat pemain Indonesia bertambah. Akhirnya Indonesia mengunci emas bola voli putra dengan kemenangan 25-17.
Sementara itu, di sektor putri tim Indonesia harus puas dengan medali perunggu juga dengan mengalahkan Filipina, 3-2 (25-20, 24-26, 25-15, 20-25, 16-14). (Tri Wiharto/JIBI/Antara)