KACA PECAH BERANTAKAN KARENA HUJAN ANGIN Skybridge untuk Sementara Ditutup

ICHSAN KHOLIF RAHMAN

SOLO—Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah kaca Skybridge Stasiun Solo Balapan pecah dan puluhan pohon bertumbangan di beberapa lokasi di Kota Solo, Selasa (10/12) sore. Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto, saat ditemui Koran Solo mengatakan kaca skybridge pecah disebabkan angin kencang, bukan faktor lain. Ia memastikan sebelumnya kaca tidak retak. Ia mengaku belum dapat memastikan jumlah kaca yang pecah.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Ia pun memerintahkan petugas menutup sementara skybridge.
“Malam ini Selasa skybridge kami tutup sementara untuk dibersihkan. Semoga pembersihan cepat selesai dan dapat dibuka kembali. Dalam peristiwa itu tidak ada pengguna skybridge yang melintas karena memang sepi peminat, hanya 200-an orang sehari,” ujarnya.
Serpihan kaca sempat jatuh ke bawah skybridge yang merupakan jalur kereta api bukan peron. Tidak ada korban luka-luka dalam peristiwa itu.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, kaca pecah terjadi di dua sisi skybridge dengan jarak sekitar 50 meter hingga eskalator stasiun. Material penyangga kaca berupa aluminium jatuh ke badan jalan skybridge. Koridor yang penuh pecahan kaca itu tidak bisa dilintasi pejalan kaki.
Sementara itu, pohon beringin berdiameter sekitar satu meter di dekat Masjid Solikin Kelurahan Ketelan tumbang ke arah Jl. R.M. Said. Robohnya beringin itu juga mengakibatkan tiang lampu penerangan jalan umum tumbang. Peristiwa itu membuat arus lalu lintas di Jl. R.M. Said tersendat.
Salah seorang saksi mata, Yudi Safitra, mengatakan pohon beringin besar itu tumbang saat hujan deras disertai angin. “Biasanya pohon sebesar itu kalau jatuh pelan-pelan tapi ini tidak. Saat jatuh itu baru hujan deras sehingga tidak ada pengendara motor melintas. Tadi saya juga lihat lampu jalan itu diambil oleh seorang pengendara sepeda motor yang langsung kabur ke arah selatan,” ujarnya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Ali, belum mengetahui jumlah dan lokasi pohon tumbang pada Selasa sore. Ia memperoleh informasi sejumlah pohon dan baliho bertumbangan. Menurutnya, paling banyak kejadian pohon tumbang berada di wilayah Kecamatan Banjarsari. Di perkampungan, pepohonan juga roboh. “Tidak ada korban jiwa, namun banyak genting terbang,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, pohon tumbang terjadi di sebelah timur Polresta Solo, kawasan Palang Joglo, barat Kantor Pos Nusukan, wilayah Srambatan, Kampung Gremet, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. M.T. Haryono. (JIBI)