Limbah Medis Numpuk di Tepi Jl. Slamet Riyadi

SOLO—Tumpukan limbah medis hewan ditemukan di Jl. Slamet Riyadi Nomor 386, Solo, Selasa (10/12). Sampah diduga milik Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Klinik Hewan Dinas Pertanian Solo.

Wahyu Prakoso
redaksi@koransolo.co

Pantauan Koran Solo pukul 15.00 WIB, sampah medis menumpuk di jalur hijau Jl. Slamet Riyadi. Sampah tersebut merupakan limbah medis hewan, antara lain masker, bulu hewan yang diduga sebagai bulu kucing atau anjing, alat suntik sekali pakai berukuran 1 mililiter, 3 mililiter, dan 12 mililiter.
Pada tumpukan sampah juga ditemukan sebuah cek lis warna biru yang telah disobek dan sebagian kertas hilang. Pada cek lis tertulis UPT Puskeswan Dinas Pertanian.
Salah tukang becak yang tidak jauh dari lokasi penemuan tumpukan limbah medis, Larno, 60, menjelaskan, tidak mengetahui pelaku pembuang sampah di jalur hijau. Ia menduga pembuang sampah dilakukan siang hari karena pada pagi hari ada petugas sapu yang membersihkan jalan.
“Saya tidak begitu memperhatikan ada tumpukan sampah medis di tempat itu. Saya narik becak ke arah barat sekitar jam 3 ora ngagas, ada sampah atau tidak waktu melewati,” ungkapnya.
Medik Veteriner UPT Pusat Kesehatan Hewan, Novita Natalia T, menjelaskan, sampah tersebut milik UPT Puskeswan Dinas Pertanian tetapi Puskeswan tidak membuang sampah tersebut ke jalur hijau. Semua sampah dari Puskeswan dibuang ke tempat sampah yang berada di halaman gedung kecuali sampah suntik yang dimusnahkan dengan alat khusus.
“Sampah seperti itu kami enggak pernah buang ke sana. Tukang sampah membuang di situ saya enggak tahu. Sampah kami buang ke tempat sampah dan ada petugas yang mengambil sampah. Kalau sampah suntikan kami musnahkan dengan alat kami,” ungkapnya.
Menurut Novita, sampah plastik dan bulu hewan tidak berbahaya karena tidak mengkontaminasi. Sampah yang berbahaya merupakan sampah dari jarum suntik.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, menjelaskan, sampah medis merupakan sampah yang berbahaya karena infeksius. Sampah yang dikelola oleh DLH merupakan sampah domestik saja.
“Sampah yang dibuang sembarangan berbahaya bagi masyarakat dan petugas sapu. Tim kami akan segera datang ke lokasi,” ungkapnya.
Wardhani mengatakan, sampah yang dibuang harus disimpan pada tempat pembuangan sementara (TPS) khusus dan dimusnahkan oleh pihak ketiga.
“Sampah medis harus disimpan di TPS tertutup sebelum dimusnahkan pihak ketiga. Sudah ada aturannya [proses memusnahkan limbah bahan berbahaya dan beracun],” ungkapnya.