Mitos dan Fakta Seputar Vaksin Influenza

Pertama
Mitos: Vaksin untuk flu malah bisa
membuat Anda terserang flu.
Fakta: Vaksin untuk flu yang disuntikkan
pada Anda mengandung virus flu
yang telah mati atau sudah tidak
aktif lagi sehingga tidak mungkin
Anda terserang flu setelah
mendapatkan vaksin ini.
Namun, ada jenis vaksin flu
lainnya yakni dalam bentuk
semprotan hidung yang
biasanya ditujukan untuk anak-anak.
Vaksin flu ini memang
mengandung virus flu tapi yang

sudah dilemahkan, maka tidak
berisiko menginfeksi virus flu
pada anak Anda.

Kedua
Mitos: Vaksin flu bisa membuat Anda
kebal dari virus flu seumur hidup.
Fakta: Pada dasarnya, tidak ada jaminan
jika Anda telah mendapatkan vaksin
flu maka tidak perlu lagi diperbaharui
di kemudian hari. Pasanya, virus flu
bisa terus mengalami perubahan
setiap tahunnya. Vaksin untuk flu
biasanya akan memberi
perlindungan terhadap virus flu
kurang lebih hanya selama
satu tahun setelah Anda divaksin.

Ketiga
Mitos: Vaksin flu bisa menimbulkan
efek samping.
Fakta: Efek samping yang ditimbulkan
dari vaksin jarang sekali terjadi.
Bila ada, vaksin untuk flu tidak
akan menimbulkan efek samping
yang parah. Biasanya hanya akan
menimbulkan demam ringan,
serta kulit kemerahan, nyeri,
dan muncul pembengkakan
di daerah bekas suntikan,
kondisi ini biasanya akan
membaik sendiri dalam
beberapa hari.
Keempat
Mitos: Vaksin flu bisa membahayakan
ibu hamil dan bayinya.
Fakta: Perempuan hamil memiliki risiko
yang lebih tinggi untuk mengalami
komplikasi jika terkena flu.
Komplikasi serius yang bisa
berkembang dari penyakit flu yakni
bronkitis serta infeksi pada dada
yang bisa menyebabkan pneumonia.
Bahkan lebih parahnya, bisa
menyebabkan bayi lahir prematur
ataupun lahir dengan berat badan
lahir rendah (BBLR).
Karenanya, tidak ada alasan yang
bisa menghalangi Anda untuk
menolak mendapatkan vaksin
flu saat hamil. Pasalnya, vaksin ini
justru bermanfaat untuk memberikan
perlindungan untuk Anda serta
bayi di dalam kandungan Anda.

Kelima
Mitos: Anak-anak belum perlu
mendapatkan vaksin flu.
Fakta: Sebenarnya semua orang membutuhkan vaksin flu, termasuk
bayi, anak balita,
dan anak-anak yang berusia lebih
dari enam bulan. Pemberian vaksin
ini juga meliputi pada anak-anak
yang telah memiliki masalah pada
sistem pernapasan sebelumnya.
Meski begitu, ada beberapa kondisi
yang melarang pemberian vaksin
flu. Seperti pada bayi di bawah
enam bulan, serta anak atau dewasa
yang memiliki alergi parah dengan
kandungan dalam vaksin, yakni
gelatin, telur, atau kandungan
lainnya.

Keenam
Mitos: Vaksin flu tidak cukup efektif karena
masih ada yang kena flu setelah
diimunisasi.
Fakta: Meskipun vaksin berperan dalam
mencegah masuknya virus
ke dalam tubuh, beberapa orang
kemungkinan masih bisa terinfeksi.
Kondisi ini wajar dan mungkin terjadi
karena virus flu sudah masuk terlebih
dahulu ke dalam tubuh orang tersebut
sebelum diberikan vaksin untuk flu.
Bahkan pada beberapa kasus, flu
bisa menyerang anak-anak akibat dari
virus flu ketika vaksin flu semprot
masih bereaksi. Tak perlu khawatir,
kasus ini masih termasuk ringan
dan jarang terjadi.