Pembuangan Limbah Sembarangan Bau Limbah Padat Bikin Warga Pusing

SRAGEN—Warga Dukuh Sendangrejo RT 012B, Desa Ngrombo, Tangen, Sragen, di perbatasan Kabupaten Sragen dan Grobogan mengeluhkan bau tidak sedap dari limbah yang dibuang oleh orang tak dikenal di wilayah hutan Perhutani di wilayah Paker, Kabupaten Grobogan, sejak tiga hari terakhir.
Warga mengaku tidak nyaman karena bau busuk itu sampai ada warga yang mengeluh pusing-pusing dan mual-mual perutnya.
Salah seorang warga Sendangrejo, Ngrombo, Ny. Cipto Wiyono, 70, mengatakan limbah padat itu menganggu warga karena bau busuknya sangat menyengat. Dia mengatakan warga satu RT di Sendangrejo menjadi terkena dampaknya. Dia mengungkapkan bau busuk itu tercium saat siang hari hingga sore hari.
“Saya tidak tahu siapa yang membuang. Kalau pas anginnya kencang baunya luar biasa. Katanya ada truk besar sebanyak empat buah yang membuang limbah itu tengah malam. Truk-truk itu dari arah Sragen. Kenapa buangnya ke wilayah sini? Saat buang itu tidak ada yang tahu,” ujarnya.
Warga lainnya, Wagiyem, 45, menyatakan resah dengan bau busuk itu. Dia menjelaskan awalnya warga mengira ada bangkai di sekitar rumah. Setelah dicari, kata dia, ternyata sumber bau itu ada di tumpukan limbah padat yang sebagian terbungkus dalam sak berukuran besar di dekat jalan Tangen-Kuwu Grobogan.
Limbah itu seperti tanah bewarna hitam yang dikerumuni lalat. Ada empat tumpukan limbah di pinggir jalan Ngrombo-Paker. “Warga di Sendangrejo yang terkena dampaknya karena permukiman paling dekat dengan lokasi pembuangan limbah itu. Kalau malam tidak begitu menyengat baunya karena semua pintu dan jendela rumah tertutup. Yang tahu ada truk yang masuk ke jalan arah Paker itu pemilik warung di dekat lokasi pembuangan limbah itu,” katanya.
Beberapa warga di Tangen Kota sempat melihat ada empat truk berukuran besar yang melintas ke arah Grobogan secara bersama-sama pada Minggu (8/12) sekitar pukul 01.30 WIB. Camat Tangen, Sragen, Purwosantoso, mengecek lokasi limbah yang berada di wilayah Grobogan tetapi berdampak kepada warga di wilayah Ngrombo, Tangen, Sragen.
“Saya baru tahu Senin (9/12) lalu dari sukarelawan. Kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami segera berkirim surat kepada Bupati dengan tembusan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Lokasi pembuangannya di lahan Perhutani wilayah Grobogan tetapi dampaknya di wilayah Ngrombo, Tangen,” katanya. (Tri Rahayu)