SEKTOR PROPERTI Penyaluran KPR FLPP Lampaui Target

JAKARTA—Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Senin (9/12) telah melampaui target.

Mutiara Nabila
redaksi@koransolo.co

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), realisasi KPR FLPP mencapai 73.650 unit. Tahun depan Kementerian PUPR menambah anggaran untuk 110.000 unit.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Heripurwanto, mengatakan sampai Senin, setelah ada penambahan kuota senilai Rp2 triliun, FLPP terealisasi 73.650 unit. Jumlah tersebut lebih besar daripada target 68.000 unit.
Sementara itu, untuk 2020 PUPR menganggarkan skema FLPP mencapai 110.000 unit rumah dan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) mencapai 50.000 unit. Jumlah itu naik dari 14.000 unit pada 2019.
“Tahun depan anggarannya sekitar 110.000 unit. Kalau dirasa masih kurang ya, sekarang yang penting sudah disampaikan anggarannya sebesar ini. Nanti diatur lagi pasarnya seperti apa, supaya suplainya tidak lebih banyak dari anggaran yang tersedia,” ungkap Eko seusai menghadiri HUT ke-43 BTN di Jakarta, Selasa (10/12).
Dia berharap dengan waktu yang tersisa dua pekan menuju akhir tahun, realisasi FLPP untuk anggaran 2019 masih bisa bertambah lagi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, mengatakan kebutuhan rumah subsidi masih 300.000 unit. Dia berharap Kementerian PUPR bisa menggalakkan pelaksanaan BP2BT sehingga bisa beriringan dengan FLPP.
“Dari World Bank itu untuk BP2BT ada komitmen menyalurkan bantuan 100.000 unit, kalau 50.000 unit ya jelas masih kurang. Kami harapannya jangan sampai terjadi kekurangan lagi seperti pada Agustus lalu,” kata dia. (JIBI)