Solo Butuh Bantuan Provinsi dan PT KAI

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Rekayasa lalu lintas di simpang Joglo, Nusukan, Banjarsari, Solo, butuh sinergi banyak pihak untuk mencegah perlintasan sebidang itu kian macet kala kereta api bandara dioperasikan.
Dinas Perhubungan Kota Solo akan menggelar rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Solo dan Satuan Lalu Lintas Polresta Solo secepatnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan kemacetan tak terhindarkan mengingat persimpangan tujuh Joglo sebidang dengan perlintasan kereta api.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
”Simpang Joglo memang kompleks. Belokannya terlalu pendek. Ruas-ruas jalan di sekitarnya rusak. Kami akan membahas ini dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PT Kereta Api Indonesia karena ini tidak bisa kami tangani sendiri,” kata Hari kepada Koran Solo, Selasa (10/12).
Hari telah memikirkan sejumlah cara maupun alternatif jalur yang bisa digunakan warga agar terhindar dari kemacetan di simpang Joglo. Warga bisa memilih tak melintasi persimpangan Joglo mobil masuk.
Jalur alternatifnya adalah warga dari arah barat atau barat laut menuju ke utara bisa memilih jalur Pasar Nusukan melewati jembatan Gilingan lalu viaduk kemudian perempatan Pasar Ngemplak ke kiri dan belok kiri di pertigaan Jl. Brigjend Katamso yang tembus langsung ke sisi timur simpang Joglo.
Mobil, bus, dan truk bisa masuk jalan tol dengan melalui pintu tol Colomadu atau Ngemplak jika dari arah barat sedangkan dari timur bisa melewati gerbang tol Karanganyar atau Sragen. Ini berarti warga mesti keluar biaya untuk tol.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan pengoperasian kereta bandara demi melayani masyarakat. Perjalanan kereta bandara setiap hari diatur sedemikian rupa serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. (JIBI)