Diantar 980 Pendukung, Gibran Daftar Cawali

KURNIAWAN

SOLO—Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, akan berangkat ke DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) di Semarang untuk mendaftarkan diri sebagai calon wali kota (cawali) dalam Pilkada Solo 2020, Kamis (11/12) pagi ini.
Bersambung
ke Hal. 6 Kol. 4
Bapak dari Jan Ethes dan La Lembah Manah tersebut akan diantar sekitar 980 pendukung dengan naik bus. Gibran akan membaur bersama pendukungnya di salah satu bus. Mereka bertolak dari Graha Saba Buana sekitar pukul 09.00 WIB.
Koordinator lapangan pemberangkatan Gibran, Kuat Hermawan Santoso, mengatakan rombongan Gibran dan pendukungnya akan lewat jalan tol menuju Semarang. Peserta yang ingin ikut, kata dia, mencapai 1.500- an orang.
“Tapi sudah diputuskan kami hanya menyediakan 20 bus dengan kapasitas 49 orang per bus. Mas Gibran ikut naik bus,” ujar dia saat jumpa pers di Warung Makan Ayam Betutu Mbok Tien Solo, Rabu (11/12).
Mereka berasal dari 42 organisasi sukarelawan. Kuat mengatakan Gibran mendaftar tanpa menyertakan nama calon wakil wali kota Solo. Disinggung ada atau tidaknya pengurus PDIP Solo yang mengantar Gibran, Kuat menyebut tidak ada.
Gibran menolak menanggapi sikap sejumlah warga Solo yang keberatan dengan pencalonan dirinya. Saat diwawancarai wartawan seusai bertemu desainer pakaian Kota Solo, Baningsih Tedjokartono, pengusaha Martabak Kota Barat (Markobar) itu malah bercerita kesiapannya berangkat ke Semarang.
“Ya saya sangat senang sekali warga berinisiatif untuk mengantar saya ke Semarang. Sudah itu saja,” sembari berjalan ke mobilnya, kemarin.
Istrinya, Selvi Ananda, tidak akan ikut ke Semarang. Alasannya Selvi mesti mengasuh anak mereka, Jan Ethes dan La Lembah Manah.
Seperti diberitakan Koran Solo sebelumnya, Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu yang diketuai Johan Syafaat Mahanani menyatakan keberatan dengan pencalonan Gibran. Alasannya Gibran disinyalir tidak menggunakan hak suaranya saat Pilkada Solo 2015.
Padahal saat itu dia putra Presiden yang mestinya memberikan contoh kepada masyarakat untuk aktif dalam pemilu. Berdasarkan informasi yang diperoleh Johan, saat hari H pencoblosan Pilkada Solo 2015, Gibran malah berada di luar negeri.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Solo, Edy Jasmanto, mengambil formulir pendaftaran cawawali di DPD PDIP Jateng. Eks legislator DPRD Solo itu berencana mengembalikan formulir pendaftaran beserta seluruh kelengkapannya pada Kamis ini. “Iya, saya sudah ke DPD PDIP Jateng untuk ambil formulir pendaftaran cawawali,” tutur dia.
Edy menjelaskan langkahnya mengambil formulir cawawali sudah dikomunikasikan dengan DPW PPP Jateng. Hasilnya DPW PPP Jateng diklaim tidak mempermasalahkan manuvernya tersebut. Disinggung syarat pendaftaran berupa KTA PDIP, menurut Edy, hal itu tidak disebutkan dalam formulir. Artinya dia tak harus menjadi kader PDIP.
Wakil Sekretaris DPW PPP Jateng, Arif Sahudi, mengaku tak tahu Edy mengambil formulir di DPD PDIP Jateng. Setahu dia, untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di PDIP harus punya KTA partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.
Bila Edy mengurus KTA PDIP, menurut dia, secara otomatis politikus Solo itu bukan lagi kader PPP.
Terpisah Ketua Brigade #01, organisasi sukarelawan pendukung Jokowi di Pilpres 2019, Diah Warih Anjari, juga mendaftar ke DPD PDIP Jateng.
Diah didampingi beberapa pendukungnya tiba di DPD PDIP Jateng, Rabu sore.
Pada hari keenam pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, Rabu, sekitar 45 pendaftar mendatangi Panti Marhaen. Sebanyak 18 orang mengembalikan formulir, sedangkan 26 orang mengambil formulir pendaftaran. (Rudi Hartono/JIBI)