KASUS SUAP SELEKSI PERDES TROBAYAN Mantan Kades & Suami Jadi Tersangka

SRAGEN—Penyidik Satreskrim Polres Sragen menetapkan mantan Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Suparmi, beserta suaminya, Suyadi, sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi penerimaan perangkat
desa 2018.

Moh. Khodiq Duhri
redaksi@koransolo.co

Informasi yang dihimpun Koran Solo menyebutkan surat penetapan pasangan suami istri sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi perdes itu tertanggal 25 November lalu. Pada saat ini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen masih melengkapi berkas perkara sebelum menyerahkannya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.
“Kemarin rencananya sudah mau dikirim [berkasnya ke Kejari Sragen]. Tapi, perlu saya cek dulu,” jelas Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Supardi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, kepada Koran Solo, Rabu (11/12).
Suparmi dan Suyadi diduga telah menerima suap total senilai Rp665 juta. Uang suap tersebut berasal dari empat warga yang menjadi peserta seleksi perdes pada 2018. Masing-masing peserta ditarik bayaran mulai dari Rp100 juta hingga Rp300 juta dengan dalih sebagai uang pelicin. Untuk memperlancar tarikan uang itu, Suparmi dan Suyadi melibatkan beberapa orang sebagai kepanjangan tangan. Satu dari empat peserta itu akhirnya lolos seleksi dan diterima sebagai perdes.
Dua peserta lain yang merasa kecewa karena tidak lolos seleksi perdes melapor ke Polres Sragen. Oleh penyidikan, Suparmi dan Suyadi dijerat Pasal 12 huruf e UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
“Saya sebagai ketua panitia seleksi perdes di Desa Trobayan 2018 malah tidak tahu adanya tarikan uang kepada peserta. Saya sempat bertanya kepada Bu Kades [Suparmi] apa benar ada tarikan uang kepada peserta seperti isu yang berkembang di masyarakat. Dia menjawab, mboten saestu. Saya juga tanya peserta yang diminta bayaran sebelum kasus itu mencuat, dijawab tidak benar itu. Saat itu saya percaya saja karena memang tidak bisa membuktikan. Tapi, kenyataannya bagaimana saya tidak tahu pada saat itu,” jelas Muhtarom Faisal Rosyidin, mantan ketua panitia seleksi perdes Trobayan yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (LP2MD) Trobayan ini.
Sementara itu, Suparmi dan Suyadi hingga kini belum menyiapkan pengacara untuk mendampingi mereka dalam menjalani proses hukum. Saat dihubungi Koran Solo melalui telepon, Suparmi dan Suyadi masih berada di Kudus untuk berobat. “Soal pengacara belum saya siapkan. Saya belum bisa mikir yang berat-berat dulu. Yang penting saya bisa sehat dulu. Saya dan istri datang ke sini untuk berobat,” jelas Suyadi.