2 Bocah Tenggelam di Embung Serut

SUKOHARJO—Dua bocah asal Desa Serut, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, meninggal dunia saat bermain di Embung Serut, Kamis (12/12). Kedua bocah itu Bimo Wahyu Saputro, dan Hafis Al Huda tenggelam di embung.

Bony Eko Wicaksono
redaksi@koransolo

Informasi yang dihimpun Koran Solo, Kamis, kejadian tenggelamnya dua bocah itu kali pertama diketahui warga setempat, Narti, sekitar pukul 10.45 WIB. Kala itu, Narti melewati pinggir embung dan mendapati dua sepeda onthel, dua pasang sandal jepit dan dua kaus. Dia lantas berjalan kaki di pinggir embung untuk mencari pemilik sepeda onthel.
Saat berjalan kaki, Narti menemukan sesosok mayat yang mengapung di embung. Sontak ia berlari menuju permukiman penduduk dan memanggil warg. Tak berapa lama warga setempat ke lokasi kejadian. Warga lainnya menghubungi perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Nguter.
Kapolsek Nguter, AKP Banuari, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan petugas langsung berkoordinasi dengan anggota Search And Rescue (SAR) Sukoharjo untuk mengevakuasi mayat dua bocah yang tenggelam di embung. Mayat Bimo kali pertama ditemukan lantaran mengapung di air.
“Mayat Bimo dievakuasi pada pukul 11.30 WIB oleh tim gabungan. Kala itu, temannya [Hafis] belum ditemukan,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo, Kamis.
Tim gabungan lantas melakukan penyisiran menggunakan jangkar di pinggir embung. Mayat Hafis akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB. Petugas lantas mengevakuasi jasad Hafis ke pinggir embung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Nguter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Bima dan Hafis. Diduga kuat, kedua bocah itu tenggelam saat bermain air di embung. Mereka tak bisa berenang sehingga kekurangan oksigen saat tenggelam. “Saat kejadian, kondisi di sekitar embung cukup sepi. Warga tak tahu jika ada dua bocah yang bermain air di embung,” tutur Kapolsek.
Jenazah kedua bocah itu langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarganya. Jenazah kedua bocah itu langsung dimandikan dan dimakamkan. Mereka tercatat sebagai siswa SDN Serut.
Kapolsek mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya saat bermain di luar rumah. Anak-anak dilarang bermain di embung atau kolam yang bisa membahayakan keselamatan jiwanya. “Harus ada pengawasan ketat orang tua agar anak-anak tak bermain di embung. Orang dewasa yang tak bisa berenang bisa kalap apalagi anak-anak,” kata dia.