IBU AJAK ANAK MINUM RACUN SERANGGA Depresi, Win Pernah Coba Bunuh Diri

RUDI HARTONO

WONOGIRI—Win, 39, nekat mengajak anak bunuh diri diduga karena depresi menghadapi masalah dengan suaminya, Syukron Hamdani, sejak lama.
Bahkan, Win pernah mencoba bunuh diri dengan meminum berbagai jenis obat dengan jumlah banyak, 10 bulan lalu. Beruntung, saudaranya bisa menggagalkan.
Win merupakan warga Dusun Bendo RT 003/RW 006, Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, yang diduga kuat mengajak dua anaknya, ZIM, 10 dan KT, 7, bunuh diri dengan minum susu bercampur racun serangga, Kamis (12/12) pagi. Win dan KT akhirnya meninggal dunia, sedangkan ZIM kritis.
Kapolsek Purwantoro, Iptu Aris Joko Narimo, saat dimintai konfirmasi Koran Solo, Jumat (13/12), mengatakan Win nekat bunuh diri diduga karena depresi. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut penyebab Win depresi.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Tetangga dekat Win, Giyoto, menginformasikan warga sudah sangat lama mendengar kabar Win mempunyai masalah rumah tangga dengan suami. Selama ini Win memendam masalahnya sendiri.
Dia tak pernah bercerita kepada tetangga atau kerabatnya. Masalah itu membuat Win menjadi sangat tertutup. Saat berjumpa dengan warga, dia hanya terdiam meski warga menyapanya. Menurut Giyoto, sejak berubah menjadi tertutup, Win seperti bukan Win yang dulu.
“Dia [Win] seperti orang lain. Setiap hari mengurung diri di rumah. Kalau keluar rumah hanya mengantar dan menjemput anaknya sekolah,” kata Giyoto.
Atas kondisi itu warga menduga Win depresi karena menghadapi masalah pelik dengan suaminya. Dugaan itu diperkuat dengan peristiwa yang terjadi di RS Muhammadiyah Ponorogo tempat jenazah Win dan KT disemayamkan sementara, Kamis. Giyoto mendapat informasi Syukron langsung menuju rumah sakit setelah mendengar kabar istri dan anaknya meninggal dunia. Namun sesampainya di ruangan tempat jenazah disemayamkan, keluarga Win tak mengizinkan Syukron melihat jenazah istri dan anaknya. Kejadian itu menunjukkan keluarga Win mengetahui permasalahan antara Win dan Syukron.
Gelagat Win putus asa menghadapi masalah terlihat sejak awal 2019 lalu. Saat itu Win mencoba bunuh diri dengan meminum berbagai jenis obat dalam jumlah banyak. Untungnya, saudara Win dapat menggagalkannya. Saudaranya curiga Win bakal berbuat nekat setelah diberi informasi pemilik toko kelontong tempat Win membeli obat.
“Saat itu pemilik toko kelontong bilang kepada saudara Win baru saja Win membeli obat sakit kepala, obat sakit gigi, dan lainnya dalam jumlah banyak. Setelah itu saudaranya pergi ke rumah Win. Alhamdulillah waktu itu upaya bunuh diri bisa digagalkan,” imbuh Giyoto.
Dia melanjutkan warga memakamkan jenazah Win dan KT di Tempat Permakaman Umum (TPU) Bujo, Bendo, sesuai wasiat Win, tetapi disesuaikan dengan syariat Islam. Jenazah diposisikan bersebelahan di satu lubang, tidak ditumpuk seperti wasiat Win. Seperti diketahui, Win membuat wasiat di sesobek kertas. Dia meminta jika meninggal dunia dikubur tumpuk dengan anaknya. Jika tidak dilaksanakan, Win akan menghantui.
Pejabat Humas dan Publikasi RSUD dr. Harjono S. Ponorogo, Jawa Timur, Suprapto, menginformasikan ZIM dirawat di Ruang High Care Unit (HCU) karena kondisinya hingga Jumat siang masih gawat. Siswa kelas lima SD itu belum sadar dan bernapas dengan dibantu alat khusus. Dia tangani dokter spesialis anestesi, Suko Basuki. Pihak rumah sakit belum memperbolehkan ZIM ditunggui oleh keluarga untuk kepentingan perawatan. Keluarga hanya boleh menunggu di luar Ruang HCU. “Petugas medis terus memantau kondisinya,” ucap Suprapto. (JIBI)