PENEGAKAN Perda 25 Spanduk Gibran & Purnomo Diturunkan

SOLO—Tim Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Solo akhirnya mengambil langkah terkait maraknya atribut bernuansa politik Pilkada Solo 2020.
Sekitar 25 atribut (spanduk) bergambar figur kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah Solo diturunkan tim Satpol PP, Jumat (13/12). Atribut tersebut bergambar wajah Gibran Rakabuming Raka dan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.
Kepala Bidang (Kabid) Tibumtranmas Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengatakan puluhan spanduk-spanduk tersebut diturunkan karena menyalahi ketentuan pemasangan yang diatur dalam Perda tentang Reklame dan Perda tentang Lingkungan. “Kami turunkan sekitar 25 spanduk dari berbagai lokasi. Spanduk-spanduk itu bergambar figur seseorang yang menjadi media sosialisasi figur atau tokoh masyarakat. Tidak ada tulisan cawali-cawawali di spanduk yang kami turunkan,” tutur dia.
Agus menjelaskan spanduk-spanduk yang diturunkan sebelumnya terpasang di pinggir Jl. Letjend Sutoyo dan Jl. Brigjend Katamso. Ke depan Satpol PP akan terus melakukan razia atau penurunan spanduk yang menyalahi ketentuan pemasangan. “Mestinya kalau mau pasang spanduk itu harus izin ke Pemkot. Kalau spanduknya besar izinnya ke DPPKAD, kalau ukurannya kecil ke DPMPTSP. Nanti difasilitasi oleh Pemkot, tempat-tempatnya ditentukan semua. Tidak asal pasang,” sambung dia.
Agus mengatakan penertiban spanduk bernuansa politik juga atas dasar aduan dari masyarakat yang keberatan rumahnya dipasangi atribut. Pemilik rumah merasa tidak pernah dimintai izin dan tidak ingin terlibat dalam pemasangan spanduk politik.
“Jadi biar sama-sama enaknya lebih baik izin dulu ke DPPKAD atau DPMPTSP. Mau pasang berapa spanduk dan di lokasi mana saja. Daripada pasang sembarangan melanggar perda dan dikomplain warga, sehingga akhirnya kami turunkan,” kata dia.
Agus mengungkapkan cukup banyak spanduk tidak berizin yang menyalahi ketentuan pemasangan. Spanduk-spanduk itu tidak hanya yang bergambar figur seseorang sebagai sosialisasi diri, tapi juga spanduk promosi produk dan event. “Tim kami bagi tiga sif dalam sehari. Mereka patroli terus dan pulang selalu membawa spanduk yang menyalahi ketentuan pemasangan. Jumlahnya sampai puluhan spanduk per sif. Sekali lagi, kami imbau izin dulu sebelum pasang.” (Kurniawan)