Polisi Tangkap Penyelundup Anak Singa

PEKANBARU—Polda Riau mengungkap jaringan perdagangan satwa liar. Barang bukti yang diamankan termasuk empat ekor anak singa dan satu leopard.

redaksi@koransolo.co

”Selain empat ekor anak singa dan leopard, ada 58 ekor kura-kura jenis indian. Semua barang bukti yang disita ini jenis satwa langka yang dilindungi badan dunia,” ujar Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi dalam jumpa pers di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, berbatasan Pekanbaru, Minggu (15/12).
Agung menjelaskan pihaknya juga menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya berinisial Y dan S, yang merupakan warga Pekanbaru. ”Kedua tersangka ini kami amankan di Pekanbaru saat membawa barang bukti dari Dumai. Mereka mengaku akan membawanya ke Lampung,” kata Agung.
Menurutnya, tersangka membawa anak singa, macan tutul, dan kura-kura dengan mobil dari Dumai. Di dalam mobil ditemukan satu kaleng susu bubuk.
”Susu bubuk ini untuk kepentingan memberikan susu ke anak singa dan leopard. Karena singa dan leopard ini masih anakan,” ujar Agung.
Polisi akan mengungkap jaringan mafia perdagangan satwa liar ini sampai pada siapa yang memesan satwa tersebut. Satwa yang diselundupkan ini dari Malaysia masuk perairan Dumai, Riau.
”Mereka ini seperti jaringan mafia narkoba yang menggunakan jaringan terputus. Akan kami ungkap ini semuanya,” ucap Agung.
”Kami mendapatkan informasi akan masuknya penyelundupan satwa liar ke Riau. Tim mengintai masuknya penyelundupan di pelabuhan tikus di belakang kantor Imigrasi Dumai dengan menggunakan speedboat,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi di Kasangkulim dalam kesempatan itu.
Andri menjelaskan, setelah masuk ke pelabuhan tikus, satu mobil Avanza membawa anak singa mapun leopard itu. Petugas pun membuntuti mobil pelaku yang melaju ke arah Pekanbaru.
”Tim kami membuntuti dari Dumai. Namun, di wilayah Kandis, [Kabupaten Siak], sepertinya dia sudah mulai curiga dibuntuti. Berusaha kabur, kami saling pacu kendaraan,” kata Andri, yang memimpin pengungkapan penyelundupan ini.
Menurut Andri, mobil pelaku berusaha menjauh. Polisi akhirnya berhasil menyalip dan memberhentikan mobil pelaku. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (14/12) pukul 03.00 WIB.
”Tim melakukan interogasi kepada pelaku pertama Y. Tersangka Y mengaku dia di bawah kendali temannya inisial Is,” kata Andri.
Selanjutnya, sambung Andri, pihaknya bergerak cepat memburu Is sebagai pengendali. Is akhirnya ditangkap di rumahnya di Pekanbaru. ”Tersangka Y berperan sebagai kurir, sedangkan Is berperan sebagai pengendalinya. Di atas Is tentu masih ada lagi. Ini yang akan kami ungkap,” tutup Andri. (Detikcom/JIBI)