Diduga Hirup Gas Beracun 2 Petani Meninggal di Dalam Sumur

SRAGEN—Dua petani asal Dukuh Semen RT 001, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Loso, 50, dan Sukiman, 42, meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 5 meter yang digunakan untuk mengairi sawah di dukuh setempat, Kamis (2/1) sore.

Tri Rahayu
redaksi@koransolo.co

Mereka meninggal diduga karena keracunan menghirup gas dari pompa air di dalam sumur berdiameter sekitar 1 meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono saat dihubungi Koran Solo, Kamis malam, menyampaikan peristiwa nahas itu berawal saat Loso yang juga pemilik sawah sedang menyambung paralon jaringan air irigadi di dalam sumur. Sesampainya di dalam sumur kondisi Loso lemas.
“Kejadian tersebut diketahui Sukiman yang kebetulan berada di tempat itu. Sukiman bermaksud menolong korban dengan ikut masuk ke dalam sumur yang cukup dalam itu. Sukiman ikut lemas di dalam sumur. Saat itu anak perempuan Loso, Ambar, melihat bapaknya dan Sukiman tidak bergerak di dalam sumur. Ia berteriak meminta tolong warga sekitar,” ujar Sugeng.
Dari laporan Ambar itulah warga berinisiatif untuk melaporkan kejadian itu BPBD Sragen. Sugeng segera memerintahkan tim untuk evakuasi korban dengan peralatan lengkap. Laporan diterima BPBD pada pukul 16.00 WIB dan evakuasi dilakukan 15 menit kemudian. Kedua jenazah berhasil dievakuasi pada pukul 18.10 WIB.
Sugeng menjelaskan sumur itu diduga mengeluarkan gas yang menyebabkan kedua petani tersebut meninggal dunia karena kebanyakan menghirup gas beracun. Dia mengatakan kedua jenazah diserahkan kepada keluarga di rumah duka masing-masing. Tim Identifikasi Polres Sragen bersama Polsek Sidoharjo dan Puskesmas Sidoharjo.
Sugeng menjelaskan evakuasi berjalan lancar kendati lokasi sumur berada di areal persawahan. Dia menyampaikan evakuasi dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, PMI, PSC 119, SAR Tagana, SAR Himalawu, SAR KWS, Orari, SAR Semut Ireng, SAR Bagana, SAR Poldes, dan perangkat Desa Sribit.