MOTO GP Sekali Jatuh Butuh Ratusan Juta RupiahMOTO GP Sekali Jatuh Butuh Ratusan Juta Rupiah

LONDON—Kecelakaan alias crash nyaris tak terhindarkan di ajang Moto GP. Padahal untuk sekali crash, biaya servis motor Moto GP mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan bisa tembus satu miliar rupiah.
Christophe Bourguignon, kepala mekanik yang bertanggung jawab penuh atas motor Cal Crutchlow, menuturkan biaya tinggi yang harus dikeluarkan timnya jika terjadi crash.
Tidak main-main, satu kecelakaan kecil saja biaya minimal yang harus dikeluarkan untuk perbaikan bisa mencapai 15.000 euro (setara dengan Rp232,8 juta). Sementara itu, kerusakan parah pada motor bisa menghabiskan dana 100.000 euro untuk perbaikan (Rp1,5 miliar).
”Tidak ada itu namanya kecelakaan senilai 2.000 euro (Rp31 juta). Jatuh di ajang MotoGP menghabiskan biaya 15.000 sampai 100.000 euro. Jika kami beruntung, yang harus kami lakukan hanya mengganti beberapa bagian dengan stok yang sudah kami punya. Lalu kami bisa melanjutkan sesi,” ucap Bourguignon dikutip dari detik.com, Selasa (7/1).
Kecelakaan besar maupun beberapa kecelakaan kecil beruntun, bisa sangat merepotkan karena LCR hanya punya stok terbatas untuk onderdil Moto GP. Mereka hanya punya lima tanki bahan bakar, stok knalpot dan radiator juga terbatas.
Jika kerusakan besar terjadi dan stok onderdil habis, mereka harus memesan komponen tersebut pada HRC. Tapi itu membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkannya, bisa lima sampai enam pekan.
”Jika jatuh pada bagian depan, paling tidak fairing rusak, juga semi-handlebars, serta beberapa bagian yang terbuat dari serat karbon. Sebagian besar komponen ini bisa diperbaiki dan dipakai ulang. Tapi jika terjatuh seperti yang kami alami di Australia 2018, saat kami menghancurkan sasis dan lengan ayun, itu kondisi yang berbeda. Bagian-bagian tersebut, bisa dianggap, tidak ternilai,” ungkap Bourguignon.
Menggunakan teknologi tinggi dalam perakitannya serta memakai material yang tidak biasa, onderdil-onderdil Moto GP punya harga yang sangat mahal. Satu set rem cakram karbon berharga 10.000 euro (Rp155,4 juta). Padahal cakram karbon tersebut sangat mudah rusak dan tak mungkin dipakai ulang.
”Satu set rem karbon berharga 10.000 euro dan setiap kali motor jatuh ke gravel, batu dan krikil bisa merusak cakramnya. Padahal Anda tak mungkin melepas pembalap ke lintasan untuk melaju sampai 300 km/jam memakai rem rusak. Jadi kami selalu menggantinya.”
Harga setiap onderdil motor Moto GP tak sama antara satu pabrikan dengan pabrikan lain. Namun, kisaran harganya tidak jauh berbeda. ”Sangat bergantung pada pabrikannya dan spesifikasinya. Tapi sebuah radiator bisa berharga 10.000 euro [Rp155 juta]. Lalu di dalam motor ada bagian elektronik seperti 2D instrumentation, yang itu saja berharga 2.500 euro [Rp38,8 juta]. Lalu ada control unit dengan segala sensornya.”
”Padahal motor Moto GP banyak sekali punya sensor. Harganya sekitar 10.000 (Rp155 juta) sampai 15.000 euro (Rp233 juta). Tidak ada sebuah bagian elektronik yang harganya di bawah 1.000 euro,” papar Bourguignon.
Untuk biaya operasional Cruthlow, yang memiliki dua motor, LCR menghabiskan 2 juta euro (Rp31 miliar).
”Kami menyewa motor, tapi biaya pengembangan dan biaya insinyur HRC yang membantu kami sudah termasuk di dalamnya. Total kami menghabiskan 2 juta euro untuk dua motor Cal, di dalamnya juga termasuk perangkat lunak.
Biaya itu termasuk dua teknisi HRC yang terus menemani kami setiap balapan. Itu paket komplet. Itu terlihat seperti jumlah uang yang sangat banyak, tapi memang ada banyak sumber daya manusia terlibat di dalamnya.” (JIBI)