NATAL & TAHUN BARU Penumpang di Bandara Solo Turun 24%

BOYOLALI—Jumlah penumpang pesawat terbang di Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali turun 24% pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Farida Trisnaningtyas
redaksi@koransolo.co

Hal ini dipengaruhi hari masuk liburan sekolah yang tidak sama hingga efek tol Trans-Jawa yang mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.
“Ya, ada penurunan jumlah penumpang. Penyebabnya ada beberapa faktor karena liburnya panjang, tapi hari masuknya tidak bersamaan. Dengan demikian, masyarakat kemungkinan memilih bepergian dalam waktu yang berbeda-beda. Ada juga karena tol, tapi pengaruhnya sedikit,” kata General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (7/1).
Posko terpadu Nataru di bandara berkode SOC itu resmi ditutup pada Selasa. Menurut Usman, selama masa posko terpadu tidak ada kejadian yang berarti, hanya sejumlah penumpang yang mengalami kelelahan.
Airport Operation and Safety Senior Manager Bandara Adi Soemarmo, Guntoro, menambahkan penurunan penumpang pada masa angkutan Nataru mencapai 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, penurunan terjadi pada jumlah penerbangan, kargo, dan penerbangan tambahan.
“Kami mencatat untuk pergerakan pesawat turun 22% dari 938 menjadi 735, sementara penumpang turun 24% dari 127.394 orang menjadi 96.476 penumpang, dan kargo turun 33% dari 336.863 kg menjadi 224.165 kg. Sementara untuk jumlah penerbangan tambahan yang direncanakan sebanyak 24, ternyata hanya terealisasi enam penerbangan,” papar dia.
Guntoro menjelaskan penumpang tertinggi untuk periode Natal terjadi pada 21 Desember 2019 sebanyak 6.564 penumpang untuk kedatangan dan 28 Desember 2019 untuk arus balik sebanyak 4.821 penumpang. Sedangkan untuk periode Tahun Baru 2020 puncak arus kedatangan tertinggi pada 29 Desember 2019, yakni 6.015 orang, dan arus balik pada 5 Januari 2020, yakni 5.942 orang.
Sementara itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budianto, mengatakan jumlah penumpang KA pada masa angkutan Nataru sebanyak 693.103 penumpang. Jumlah itu turun tipis 0,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 696.419 penumpang.
“Penumpang KA jarak jauh selama Nataru tercatat 429.237 penumpang. Jumlah ini turun s 1,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 435.217 penumpang,” jelas Eko.
Dia memerinci penumpang kelas eksekutif sebanyak 141.121 penumpang, kelas bisnis 26.427 penumpang, dan kelas ekonomi 261.689 penumpang. Sedangkan untuk KA lokal tercatat ada 261.202 penumpang, sementara pada tahun sebelumnya dengan periode yang sama ada 263.866 penumpang.
Kondisi yang sama terjadi hampir di semua bandara, misalnya di Bandara Ahmad Yani Semarang. Jumlah penumpang di bandara itu turun 18% selama Nataru 2020. Jumlah penumpang pada tahun ini tercatat 206.846 orang, sementara pada periode sebelumnya mencapai 251.572 orang.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanto, mengatakan penurunan terjadi untuk jumlah penerbangan, penumpang, maupun kargo. ”Jumlah penumpang selama Nataru ada 206.846 orang, minus 18% dari 2018 yang sebanyak 251.572 orang. Trafik pesawat yang berangkat maupun landing ada 1.996 pesawat, minus 15% dari 2018 sebanyak 2.344 pergerakan,” urai dia.
Untuk kargo pada Nataru 2020 sebanyak 800.272 kg, sedangkan setahun sebelumnya mencapai 977.653 kg. Dengan demikian, ada penurunan 18%. (Alif Nazzala Rizqi/JIBI)