BTS Cell Dibobol Maling HP & Kartu Perdana Dikuras

SRAGEN—Sebuah counter ponsel dan aksesori HP milik BTS Cell yang terletak di Jl. Raya Sukowati No. 151 Sragen Kulon, Sragen, dibobol maling, Rabu (8/1) dinihari. Sebanyak 20-an ponsel second, puluhan keping mmc, ratusan kartu data Internet dan kartu perdana dibawa kabur pencuri dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa pencurian itu diketahui kali pertama seorang karyawan counter HP, Lia, saat membuka counter pada Rabu pukul 08.00 WIB. Lia merasa janggal saat masuk counter dan melihat pintu besi di bagian belakang terbuka. Semula Lia berpikiran positif bila pintu itu terbuka karena sebelumnya lupa ditutup. Namun saat melihat pintu besi di brankas rusak, Lia baru sadar ada pencurian di counter itu semalam.
“Saya langsung menghubungi kepala toko. Kalau brankasnya aman tetapi pintu besi pengaman brankas rusak. Di sekitar brankas ada rak untuk menyimpan HP second sudah acak-acakan. Kemudian melapor ke polisi,” ujar Lia saat ditemui Koran Solo bersama Kapolsek Sragen Iptu Mashadi di lokasi kejadian, Rabu siang.
Karyawan lainnya, Ajeng, mengatakan banyak barang yang diambil pencuri, seperti HP second sebanyak 20-an buah, HP demo live, mmc, flasdish, dan kartu perdana atau kartu data Internet yang jumlahnya ratusan buah. Dia mengatakan brankas ada empat tetapi aman semua. Pemilik counter Ari Rudiyanto, 40, warga Jati, Masaran, Sragen, turut hadir di lokasi kejadian.
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mendapat laporan peristiwa pencurian itu sekitar pukul 09.00 WIB. Mashadi berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, pencuri masuk lewat atap dan merusak plafon. Pencuri kemungkinan keluar lewat atap juga. Modus pencurian tersebut hampir mirip dengan modus pencurian di counter HP di Sarigunan, Sragen Wetan, beberapa waktu lalu,” ujarnya saat berbincang dengan Koran Solo, Rabu siang.
Mashadi mengatakan kerugian masih dihitung pemilik counter HP. Mashadi mengatakan pemilik counter diajak ke Mapolres Sragen untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebagai bahan penyelidikan kasus tersebut. (Tri Rahayu)