Jual Murah Kayu Jati Curian, Balita Terancam Penjara

SOLO—Akibat terdesak kebutuhan ekonomi, Mulyono alias Balita, 39, warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, mengobral delapan papan kayu jati senilai Rp1,5 juta ke Pasar Kayu, Semanggi, Solo.
Padahal, harga kayu delapan papan kayu jati lawasan sisa pembuatan mebel di pasaran mencapai Rp6,5 juta. Namun, beberapa pekan setelah Balita mengobral papan kayu jati itu, ia ditangkap anggota Satreskrim Polsek Jebres, Senin (30/12), karena diketahui Balita memperoleh delapan kayu itu dari mencuri sebuah gudang mebel sisa pembuatan mebel di Kelurahan Jagalan, Jebres. Balita lantas dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.
Dalam pers rilis yang dipimpin Kapolsek Jebres, Kompol Juliana Bangun, di Mapolsek Jebres, Rabu (8/1) siang, Balita mengaku mengetahui gudang penyimpanan sisa-sisa mebel sering ditinggalkan pemiliknya saat melintas di kawasan Jagalan. Lantas, ia mencoba mengecek gudang itu pada pertengahan November lalu.
“Setelah saya tahu gudang itu kosong, beberapa hari kemudian saya mencoba masuk ke gudang itu bermodal senter pada malam hari. Semula saya mengambil empat papan kayu, beberapa hari kemudian saya mengambil empat papan kayu lagi panjangnya 2 meter,” ujar pelaku.
Ia mengaku tidak mengetahui harga pasaran kayu jati lawasan, yang terpenting kayu hasil curiannya terjual cepat. Pelaku menyebut saat mencuri ia tidak membobol pintu atau merusak jendela. Ia hanya masuk seperti warga biasa karena gudang itu tidak terkunci dan sepi dari aktivitas warga. Pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai tukang batu itu mengaku sedang tidak terlilit utang, hanya ia melihat ada kesempatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Tidak Mengetahui
Kapolsek Jebres, Kompol Juliana Bangun, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, mengatakan saat beraksi, pelaku sudah membawa sebuah senter dan tali tambang yang kini disita sebagai barang bukti. Setelah mencuri, pelaku menaruh papan kayu itu di atas jok sepeda motor dan diikat tali tambang.
“Motor Honda Beat berpelat nomor R 3662 YN itu hingga lecet-lecet karena terbentur kayu. Pemilik sebenarnya tidak mengetahui kalau kayu jatinya hilang, tetapi saat pelaku mencuri ada warga yang menginformasikan kepada kami lantas kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia menambahkan menurut pengakuan pemilik gudang, sebuah papan kayu jati harganya Rp800.000. Sedangkan pelaku hanya menjual Rp750.000 untuk empat papan kayu. (Ichsan Kholif Rahman)