Simpati Warga Terus Mengalir

Candra Mantovani

Pemakaman bocah berusia tujuh tahun yang tertabrak mobil pada Selasa (7/1) menjadi perhatian banyak masyarakat sekitar. Ratusan orang yang bersimpati datang mengantar jenazah ke permakaman pada Rabu (8/1) pagi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua RT 011 /RW 016 Perum Josroyo Indah, Jaten, Karanganyar, Arief Satiyo Nugroho, ketika berbincang dengan Koran Solo di rumahnya, Rabu (8/1) sore.
Menurutnya, fenomena tersebut belum pernah dialami di prosesi pemakaman lain di perumahan tersebut. Dia menceritakan banyak orang yang bersimpati terhadap kejadian yang menimpa bocah bernama Alfara Defina Putri (ADP) tersebut.
“Tadi suasana benar-benar banyak sekali masyarakat yang datang. Saya lihat ada sekitar ratusan orang yang hadir melayat. Untuk anak yang masih polos, ini benar-benar sangat banyak. Tadi ada yang dari sekolahan dan bahkan dari TK sekolah sebelumnya juga memberikan karangan bunga untuk mengungkapkan rasa duka dan kehilangan,” ucap dia.
Selain itu, Arief juga melihat banyak orang yang ikut menyalatkan jenazah korban hingga ruangan di dalam masjid penuh. Pemandangan tersebut menurutnya juga sangat langka dialaminya selama menjadi warga di perumahan tersebut.
“Kalau kapasitas dalam masjid mungkin sekitar seratusan orang ya. Itu di dalam penuh sekali. Bahkan ibu-ibu yang biasanya sedikit yang ikut, ini banyak sekali yang juga ikut menyalatkan,” imbuh dia.
Terkait hubungan antara pengemudi dengan orang tua korban, Arief menjelaskan saat pemakaman pihak keluarga korban sudah memberikan pernyataan ikhlas. Namun, dia tidak mengetahui secara detail apakah proses hukum atas kasus yang dilaporkan akan dicabut oleh orang tua korban.
“Sebenarnya dari kemarin malam sudah ada mediasi. Tapi untuk isi pembicaraan bukan wewenang saya. Saya hanya memfasilitasi dan menghubungkan kedua belah pihak karena pihak pengemudi meminta ada mediasi secara kekeluargaan,” papar dia.