9 Bus Sugeng Rahayu Dilempar Batu Seorang Sopir Terluka

SOLO—Bus Sugeng Rahayu menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada Kamis (9/1) dan Jumat (10/1) di jalanan Kota Solo.

Ichsan Kholif Rahman
redaksi@koransolo.co

Dalam dua hari itu sembilan bus jadi sasaran pelemparan batu yang mengakibatkan seorang sopir bus terluka dan seorang penumpang terluka terkena serpihan kaca. Waktu pelemparan pun relatif sama, dini hari dari arah berlawanan dengan bus.
Nasib nahas menimpa seorang sopir Bus Sugeng Rahayu, Hariyadi, 33, warga Palur, Kebonsari, Madiun, Jawa Timur. Bertahun-tahun menjadi sopir telah beberapa kali bus yang dikemudikannya menjadi sasaran lemparan batu. Namun, Jumat (10/1) sekitar pukul 05.00 WIB di Jl. Ahmad Yani tak jauh dari Terminal Tirtonadi, meninggalkan sebuah luka yang tak akan pernah ia lupakan. Percikan kaca menyayat pipi dan hampir melukai kedua matanya.
Saat itu wiper bus diaktifkan untuk menyapu air yang membasahi kaca bus. Haryadi fokus mengemudikan bus menuju Terminal Tirtonadi. Dari arah berlawanan, tampak lampu dari sepeda motor yang melaju kencang. Dia tak memedulikannya. Namun, ketika bus yang dikemudikannya hampir berjajar dengan sepeda motor itu, sebuah batu menghantam kaca depan tepat di depan matanya.
“Seketika, semuanya menjadi gelap, yang terasa wajah saya basah. Saya menunduk terpejam berusaha menyalakan lampu isyarat sembari mengurangi kecepatan. Saat kendaraan bisa berhenti saya mencoba mengecek kondisi penumpang. Syukur, tak ada yang terluka,” ujar dia.
Dengan wajah terluka, Haryadi tetap mengemudikan bus berpelat nomor W 7207 UZ itu masuk ke Terminal Tirtonadi. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Waktu kejadian, serpihan kaca masuk ke mata dan bibir, saya tidak berani membersihkan wajah saya sendiri. Takut memperparah luka. Yang saya pikirkan hanya penumpang, jangan sampai kemudi saya lepas, jadi sesakit apa pun saya tahan,” ujar Haryadi saat berbincang dengan Koran Solo di Terminal Tirtonadi, Jumat (10/1) siang.
Ia tak tahu motif pelaku nekat menyerang sembilan Bus Sugeng Rahayu selama dua hari. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir tak ada kasus kecelakaan atau konflik di jalan. Ia menjelaskan Solo tak pernah menjadi jalur rawan bagi bus Jawa Timuran. Beberapa tahun lalu, Sragen merata jadi jalur rawan tak peduli nama perusahaan bus.
Ia menuturkan pada Kamis (9/1) empat bus menjadi sasaran pelemparan, dua mengenai bodi bus, dua mengenai kaca depan bus. Lantas, Jumat (10/1) lima bus menjadi sasaran pelemparan batu, dua mengenai bodi bus, tiga kaca depan bus. Menurutnya, lokasi pelemparan terjadi di kawasan simpang empat Panggung, Jl. Monginsidi, Jl. Ahmad Yani, Kerten, hingga Pabelan.
“Kemarin batu seukuran genggaman tangan menembus kaca mengenai penumpang. Kalau yang saya alami, batu tidak menembus tapi serpihan kaca yang mengenai. Ini seperti teror karena yang disasar hanya Sugeng Rahayu saja. Saya pagi tadi mengadu ke Polresta Solo,” ujar Hariyadi.
Ia menjelaskan berdasarkan kesaksian sopir, pelaku pelemparan menggunakan sepeda motor jenis matic, ada yang melihat sendirian ada pula yang berboncengan. Ia menjelaskan saat ini ia masih beristirahat di Kota Solo untuk kembali bekerja esok hari. Bus lain yang rusak telah melanjutkan perjalananan ke Jogja dan Surabaya.
Koordinator Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto, membenarkan peristiwa pelamparan batu pada bus Sugeng Rahayu pada Kamis dan Jumat (9-10/1). Ia menjelaskan pelemparan seluruhnya berada di luar Terminal Tirtonadi yakni di Jebres hingga Kerten.
“Manajemen bus sudah melaporkan ke Polresta Solo tentang pelemparan itu,” ujarnya.