PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR 377 Batang Pohon akan Dipindah

SOLO—Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo akan memindah 377 batang pohon yang terdampak pembangunan jalan lintas atas atau flyover di Purwosari, Laweyan, Solo.

MARIYANA RICKY P.D.
redaksi@koransolo.co

Berdasarkan pantauan Koran Solo, Senin (13/1), deretan pohon turus jalan yang akan dipindah itu telah dipangkas. Percabangannya habis hingga meninggalkan batang setinggi satu meter hingga tiga meter dari permukaan tanah.
Jenis pohon yang akan dipindahkan itu adalah glodokan, angsana, asam kranji, ketapang, tanjung, bungur, dan ketapang kencana. Pegiat Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto, menyayangkan pemangkasan pohon yang menyisakan batang terlalu pendek pada proyek pemindahan pohon itu.
”Saya agak kecewa. Saya tahu prosesnya memang seperti itu, tapi yang saya sayangkan kok tingginya tinggal satu meter. Tidak ideal. Bayangan saya masih tiga meter atau empat meter,” kata Mayor.
Menurut Mayor, niat memindah pohon-pohon sangat baik daripada menebang habis pepohonan itu. Ia hanya khawatir kalau pohon tersisa batang setinggi hanya semeter hingga tiga meter pasti butuh waktu lama untuk mencapai ketinggian ideal sebagai peneduh.
”Itu kan seperti meninggalkan bonggolnya saja. Semoga sisa-sisa yang belum terpotong masih bisa diperbaiki, minimal tiga meterlah, yang ideal itu,” kata dia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan pemangkasan pepohonan tersebut merupakan bagian dari proses pemindahan. Batang yang sengaja ditinggalkan memang hanya setinggi satu meter hingga tiga meter.
”Dipangkas tidak sampai bawah atau tidak ngepok. Ada sisa ketinggian tertentu, yang memangkas memang dari PT Wijaya Karya sesuai arahan kami, sesuai tanda pita yang kami ikat di pohon. Tidak sampai leher akar. Jadi, dari tanah ada batang bervariasi tingginya, sampai tiga meter, tergantung tinggi pohon. Kalau dipotong mepet tanah itu bisa disebut dipotong atau ditebang,” kata dia kepada Koran Solo, Senin.
Gatot menjelaskan pemindahan pohon tersebut dilakukan bertahap sesuai lokasi, jenis, dan ukuran pohon. Tanaman perdu dan pohon berukuran kecil sudah lebih dulu dipindah. Teknisnya, pohon yang mau dipindah perlu dipangkas atau dirempeli terlebih dahulu. Salah satu fungsinya untuk mengurangi evaporasi. Sebelum dibongkar hingga akarnya, tanahnya dibasahi dahulu.
Sebelum pohon dipindah, akarnya diolesi hormon penumbuh akar kemudian dibungkus karung. Setelah itu diangkut dan ditanam di lokasi yang baru. Di lokasi baru itulah pohon diperlakukan seperti bayi. Petugas harus merawat setiap hari.
Lokasi pemindahan pohon di Taman Balekambang. Pepohonan yang dipindah itu ditanam di tempat teduh. Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo mengajak para mahasiswa ikut merawat pepohonan yang dipindah.
”Perlakuan berbeda untuk tanaman besar, beringin misalnya. Sudah kami rempeli sepekan lalu. Sampai sekarang belum dipindah, masih menunggu. Pemindahan pohon lain juga menunggu waktu yang pas,” kata dia.
Gatot mengatakan alasan pemangkasan batang hingga nyaris tinggal batang setinggi satu meter sampai tiga meter adalah terkait kerawanan tumbang. Saat pohon tersebut dipindah ke lokasi yang baru, akar tunggangnya tidak ada sehingga rawan tumbang. Hal itu juga untuk mempermudah pengangkutan.
”Jadi, biar masyarakat juga tahu kenapa kok ada yang pendek, sedang, ada yang tinggi. Kami melihat kesehatan tanaman dan jenis tanaman. Perlakuannya memang berbeda-beda,” kata Gatot.