Penjulan buah impor Permintaan Melejit, Harga Naik 20%

SOLO—Pesanan buah-buahan impor di Solo meningkat jelang tahun baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari. Sedangkan harganya naik 10%-20%.

Farida Trisnaningtyas
redaksi@koransolo.co

Buah-buahan impor seperti apel, pir, dan jeruk digunakan umat Tionghoa untuk suvenir, jamuan, maupun keperluan sembahyang saat Imlek. Pemilik kios buah Sari Buah di Pasar Gede, Jumadi, mengatakan permintaan buah-buahan impor untuk keperluan Imlek meningkat mulai pekan lalu. Buah yang paling banyak diburu konsumen adalah apel tato, jeruk polkam, dan jeruk santang madu. Rata-rata buah tersebut diimpor dari Tiongkok.
“Kami sudah menambah stok buah untuk konsumsi maupun sembahyang saat Imlek. Buah impor ini permintaannya melonjak saat Imlek, jadi kami pesan kepada importirnya sejak beberapa bulan lalu. Kami juga minta diskon kepada pemasok karena kebanyakan untuk sembahyang,” ujar dia saat ditemui wartawan di kiosnya, Senin (13/1).
Jumadi menambahkan permintaan buah impor kebanyakan untuk suvenir atau buah tangan. Sedangkan untuk sembahyang biasanya datang sekitar sepekan jelang Imlek. Melejitnya permintaan buah impor berbanding lurus dengan kenaikan harganya.
Ia menjelaskan harga apel tato satu boks berisi 12 biji adalah Rp275.000. Sedangkan jeruk polkam satu boks isi 20 biji seharga Rp300.000. Kedua jenis buah ini paling banyak dipesan untuk Imlek. Buah lainnya yang mengalami kenaikan harga, antara lain pir dari Rp140.000/karton menjadi Rp190.000/karton, apel Rp570.000/karton menjadi Rp750.000/karton, anggur Rp560.000/12 kg menjadi Rp670.000, pir century dari Rp24.000/kg menjadi Rp40.000/kg.
“Kenaikan harga ya sekitar 10%-20%. Sepertinya untuk tahun ini permintaannya lebih banyak daripada tahun lalu. Tahun lalu saya bisa menjual 2.500 karton, sekarang saya berharap bisa sampai 3.000 karton,” imbuh dia.
Di samping itu, dia kerap menerima pesanan parsel buah dengan harga Rp100.000–Rp500.000/parsel. Isinya, anggur, pir xianglie, jeruk kino, apel fuji, melon golden, red dragon, kiwi, dan avokad.
Pemilik kios Dien Buah, Sofiyatun, menambahkan permintaan buah impor untuk Imlek yang mulai naik adalah jeruk santang. Lonjakan permintaan terjadi sejak sepekan terakhir. Menurut dia, buah dibeli konsumen untuk dikonsumsi. Sementara untuk keperluan sembahyang Imlek biasanya dibeli 4-5 hari jelang hari H.
“Buah yang paling banyak dicari saat Imlek yaitu apel, jeruk, dan pir. Ada kenaikan harga, tapi sedikit. Stok enggak masalah karena sudah antisipasi jauh-jauh hari. Buah-buah ini diimpor dari Tiongkok,” jelas dia.