SOLO GREAT SALE 2020 Aplikasi Solo Sale bakal Permudah Konsumen

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Pelaksanaan bulan belanja penuh promo, Solo Great Sale (SGS) 2020, yang digelar Februari akan dilengkapi aplikasi berbasis Android, Solo Sale.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Aplikasi ini nantinya memper­mudah konsumen maupun merchant untuk memasukkan data transaksi, mengecek poin, hingga melihat beragam promo dan diskon selama penyelenggaraan SGS.
Dengan demikian, konsumen tak lagi menggunakan Solo Great Sale Card, yakni kartu elektronik yang selama ini dipakai untuk menyimpan data konsumen, data transaksi dan jumlah poin yang telah dikumpulkan. Sayang, aplikasi Solo Sale ini belum bisa difungsikan sebagai dompet elektronik (e-wallet) untuk keperluan bertransaksi.
Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan masyarakat bisa memakai aplikasi Solo Sale dengan mengunduhnya melalui Playstore pada telepon pintar berbasis Android. Ini bisa digunakan baik konsumen maupun merchant. Namun demikian, aplikasi Solo Sale baru bisa diunduh setelah diluncurkan di arena Solo Car Free Day pada Minggu (19/1) mendatang. Sedangkan testimoni input transaksi dapat dilakukan dan akan clear data point pada 31 Januari 2020.
“Apli­kasi Solo Sale ini meng­gunakan ikon Tugu Peman­dengan dengan background war­na emas. Sementara Tugu Pemandengan berwarna merah dengan filosofi tugu ini adalah titik 0 Kota Solo yang menjadi ciri khas. Sedangkan warna merah menggambarkan semangat menyala dan latar belakang emas menggambarkan kesejahteraan atau kesuksesan,” katanya, dalam jumpa pers di Ramayana Resto, Kamis (16/1).
Lebih lanjut Farid memaparkan bagi customer atau konsumen, aplikasi ini digunakan untuk memasukkan data transaksi secara mandiri dan mengunggah nota transaksi, mengecek poin transaksi, dan ada notifikasi promosi merchant atau toko yang berada di dekatnya. Semakin banyak bertransaksi dan memeroleh poin, customer berpeluang memeroleh undian dengan hadiah utama rumah, mobil, dan motor.
Sedangkan bagi merchant atau tenant, aplikasi ini dilengkapi QR Code yang bisa dicetak secara mandiri sebagai identitas tenant. QR Code ini dapat di-scan oleh customer dengan menggunakan aplikasi Solo Sale. Tenant juga bisa memasukkan produk, harga hingga promo maupun diskon ke dalam aplikasi. Mereka hanya membutuhkan approval online dari admin SGS.
“Aplikasi ini belum bisa dipakai untuk pembayaran atau bertransaksi. Meskipun begitu, aplikasi ini responsif sehingga membuka peluang kerja sama dengan payment gateway untuk mengembangkannya sebagai alat pembayaran nontunai,” imbuhnya.
Bidang Teknologi Informasi SGS 2020, Muslih, menambahkan aplikasi ini dimungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Menurutnya, aplikasi tersebut sudah diajukan pada pihak Playstore dan tengah menunggu approval yang membutuhkan waktu sekitar 7 hari.
“Ini aplikasi responsif yang nantinya bisa dipakai sebagai alat pembayaran lewat kerja sama dengan perbankan maupun Tekfin. Namun demikian, proses ini memakan waktu cukup lama sehingga kami fokus pada input data transaksi, poin, dan info promo,” paparnya.
Ketua I SGS 2020, Daryono, menambahkan target keikusertaan tenant tahun ini sebanyak 7.000 atau lebih banyak dari tahun lalu, yakni 6.000 tenant. Begitu pula dengan nilai transaksinya, senilai Rp700 miliar. (JIBI)