OBITUARIUM 11 Hari Ade Irawan Susul Ria Irawan

redaksi@koransolo.co

Artis senior Ade Irawan, 83, berpulang. Ade mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, Jumat (17/1), pukul 14.22 WIB. Ade meninggal dunia tepat 11 hari setelah putrinya, Ria Irawan, menghadap Ilahi.
Dari penuturan putranya, Adi Bambang Irawan, jenazah Ade Irawan akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. “Pemakaman rencananya dimakamkan besok [Sabtu, 18/1] pukul 10 pagi di Tanah Kusir,” kata putra Adi.
Dia mengatakan jenazah yang kemarin disemayamkan di rumah duka di Jl. Anggrek Lestari Indah Blok N No. 11, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan dimakamkan satu liang dengan makam sang ayah. ”Kemungkinan dimakamkan sama dengan bapak saya, almarhum. Satu liang,” lanjutnya.
Rupanya hal itu merupakan wasiat dari Ade Irawan sebelum meninggal dunia. ”Perintah ibu memang. Jadi kemarin kenapa Ria [Irawan] enggak ditumpuk sama bapak itu karena ibu minta ditumpuk di situ, ’jangan ditumpuk, itu jatah ibu’. Gitu kata ibu,” ungkapnya.
Ade Irawan diketahui juga sempat jatuh sakit pada November tahun lalu. Aktris legendaris itu sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.
Ade Irawan aktif bekerja di industri perfilman Indonesia selama beberapa dekade, dimulai dari era 1960-an hingga film terakhirnya yang tayang pada 2016. Pemilik nama lengkap Arzia Dahar ini cuma meninggalkan kenangan berupa daftar panjang film-film yang dibintanginya lintas dekade.
Istri aktor dan sutradara Bambang Irawan ini kali pertama berakting di film Di Ambang Fadjar (1964). Pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, Ade kerap membintangi film-film arahan suaminya, seperti Mahkota, Matahari Pagi, Hanya Satu Jalan, hingga Si Janda Kembang.
Ibu dari aktris Ria Irawan dan Dewi Irawan ini sudah beradu akting dengan sederetan aktor ternama Tanah Air. Pada 1974, Ade membintangi film Benyamin Spion 025 yang dimainkan oleh Benyamin S.
Ade pun bermain dalam film yang disutradarai Sophan Sophian, di antaranya Jinak-Jinak Merpati (1975) dan Widuri Kekasihku (1976). Sutradara ternama Asrul Sani juga pernah bekerja sama dengan Ade di film Para Perintis Kemerdekaan (1977) yang mendapat nominasi Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1980.
Tahun 1977 adalah salah satu masa produktif Ade, di mana ia tercatat membintangi belasan judul film, termasuk Yang Muda Yang Bercinta arahan Suman Djaya dan Kemelut Hidup dari Asrul Sani.
Tahun berikutnya, Ade Irawan bermain dalam film yang dibintangi Raja Dangdut Rhoma Irama. Para aktor ternama seperti Cok Simbara, Lydia Kandou hingga Rano Karno juga pernah bekerja bersamanya.
Awal 1980-an, Ade bermain film drama Gadis Penakluk yang mendapat nominasi berbagai penghargaan di Festival Film Indonesia 1981. Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI arahan Arifin C. Noer juga dia bintangi.
Satu dekade berikutnya, Ade masih aktif berkarya. Dia berperan sebagai ibu dari Desy Ratnasari di film komedi Komar Si Glen Kemon Mudik, juga berakting di film Kembali Lagi yang dibintangi Nike Ardilla dan Rano Karno.
Pada 2000-an, aktris kelahiran 5 April 1935 ini terlibat di film horor Suster N bersama Wulan Guritno, Atiqah Hasiholan dan Ardina Rasti. Film terakhirnya rilis pada 2016, berjudul Dreams, yang dibintangi penyanyi Fatin Shidqia Lubis, Morgan Oey, dan Mathias Muchus.
Pada Desember 2019, Ade Irawan dianugerai penghargaan Lifetime Achievement Piala Citra 2019 di malam puncak Festival Film Indonesia. (Antara/Detik/Liputan6.com/JIBI)