RELI DAKAR 2020 Sainz Tiga Kali, Brabec Cetak Sejarah

QIDDIYA–Juara bertahan Nasser Al-Attiyah memang sukses menjuarai etape terakhir Reli Dakar 2020 di Qiddiya, Arab Saudi, Jumat (17/1). Namun, tidak demikian di klasemen akhir pembalap.

redaksi@koransolo.co

Hasil etape akhir tersebut tak cukup mencegah sang rival asal Spanyol, Carlos Sainz, merebut gelar juara untuk kali ketiga dalam reli ketahanan terberat di dunia itu.
Sainz yang mengawali etape XII di Haradh menuju Qiddiya dengan margin 10 menit di puncak klasemen hanya kehilangan waktu tiga menit 56 detik dari sang rival asal Qatar tersebut.
Ketiga gelar bagi Sainz diraih dengan tim berbeda, 2010 bersama Volkswagen, pada 2018 bersama Peugeot ketika reli Dakar digelar di Amerika Selatan dan tahun ini bersama Mini dalam debut Dakar di Timur Tengah.
Ayah dari pembalap F1, Carlos Sainz Jr. itu merebut empat kemenangan etape di Dakar tahun ini setelah mengalahkan Al-Attiyah dengan selisih enam menit seusai menempuh special stage (SS) sejauh 5.000 km melintasi gurun di Arab Saudi.
”Saya merasa sangat senang. Ada usaha keras di balik semua ini. Berbagai latihan dan uji coba, secara fisik, dengan tim. Kami memenangi Dakar sejak hari pertama dan tak pernah kendur sejak awal,” ucap Sainz dikutip Antara dari laman resmi Dakar.
Bocor
Sementara itu, juara Reli Dakar tiga kali, Al-Attiyah, dengan Toyota finis sebagai runner-up di klasemen akhir bersama pembalap Prancis, Stephane Peterhansel (juara Dakar 13 kali), pada peringkat ketiga dalam partisipasi ke-31 kalinya di Dakar.
”Saya cukup senang, kami melakukan tugas dengan baik untuk finis kedua meski kami ingin sekali menang. Kami membuat dua atau tiga kesalahan selama ini dan banyak sekali bocor ban, tapi saya cukup senang,” kata Al-Attiyah.
”Saya akan datang lagi tahun depan untuk menang. Saya hanya butuh sedikit keberuntungan.”
Sementara itu, rekan satu tim Sainz, Peterhansel, membuktikan diri masih memiliki kecepatan dengan empat kemenangan dalam SS tahun ini dan total 80 kemenangan etape sepanjang karirnya di Dakar.
Peterhansel tadinya akan membalap bersama sang istri, Andrea, sebagai co-driver, tetapi karena alasan kesehatan, dokter tak mengizinkannya sehingga Paulo Fiuza asal Portugal lah yang mendampingi sang pembalap tersebut. Juara F1 dua kali, Fernando Alonso, mengakhiri debutnya di Reli Dakar di peringkat ke-13.
Pada kategori sepeda motor, pebalap tim Honda, Ricky Brabec, mengukir sejarah sebagai orang Amerika Serikat (AS) pertama yang meraih gelar juara Reli Dakar setelah menyelesaikan 12 etape.
Brabec menyelesaikan etape terakhir, 53 detik di belakang juara etape Jose Cornejo, rekan satu timnya.
Brabec unggul 16 menit atas runner up Pablo Quintanilla (tim Husqvarna). Toby Price dengan motor KTM melengkapi podium pada peringkat ketiga setelah gagal mempertahankan gelar.
”Pada akhirnya, kami melengkapi puzzle ini. Kami tak bisa melakukannya tanpa setiap pembalap yang ada di tim. Aku sangat senang. Ini adalah Dakar kelimaku, kedua kalinya saya menyelesaikannya,” ujar Brabec setelah balapan. (JIBI)