Adik Ipar Jadi Cabup, Jokowi Enggan Dikaitkan

JAKARTA—Wahyu Purwanto yang diajukan oleh Nasdem sebagai calon Bupati Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disebut sebagai adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Jokowi enggan dikaitkan dengan Wahyu.
Dalam sesi tanya-jawab yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (17/1) lalu, Jokowi menegaskan semua warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi pertanyaan soal putranya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya, Bobby Nasution, yang maju sebagai calon wali kota dalam Pilkada 2020.
”Ini yang menentukan itu rakyat. Semua memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Mencari partainya saja masih kesulitan. Kan tahu semuanya kan? Cari partainya saja masih kesulitan,” ujar Jokowi.
Namun saat ditanya soal Wahyu, Jokowi irit bicara. Jokowi memilih menjawab dengan kata ’tidak’. ”Enggak,” kata Jokowi saat ditanya soal majunya Wahyu.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Bey Machmudin menjelaskan maksud Jokowi. Bey mengatakan Jokowi tidak ingin dikaitkan dengan Wahyu. ”Jadi ‘enggaknya’ itu enggak dikaitkan lagi,” ujar Bey saat dihubungi, Minggu (19/1).
Wahyu disebut-sebut sebagai adik ipar Jokowi. Wahyu diajukan DPD Nasdem di Pilkada Gunungkidul berpasangan dengan Bahron Rasyid.
“Dia [Wahyu] pernah jadi dosen UGM dan pernah diperbantukan menjadi Rektor UGK [Universitas Gunungkidul]. Setahu saya begitu. Kalau Bahron [yang diajukan sebagai calon wakil bupati], dia seorang putra Gunungkidul asli yang saat ini menjadi Kepala Disdikpora Gunungkidul,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Gunungkidul, Suparjo, saat dihubungi detikcom, Selasa (14/1). (Detik/JIBI)