Darurat Striker Anyar

NEWCASTLE—Penyakit kambuhan Chelsea kembali menyerang saat mereka melawat ke markas Newcastle United di Saint James Park, Minggu (19/1) dini hari WIB.
Chrisna Chanis Cara
redaksi@solopos.co.id

Cesar Azpilicueta dkk. lagi-lagi menunjukkan performa medioker yang membuat mereka dipermalukan The Magpies dengan skor 0-1. Hasil itu membuat posisi The Blues di empat besar makin terancam Manchester United.
Lini depan Chelsea yang diperkuat Tammy Abraham, Callum Hudson-Odoi dan Willian tampak frustrasi dalam membongkar pertahanan tuan rumah yang menerapkan formasi 5-4-1. Chelsea memang sukses mengurung Newcastle dengan penguasaan bola mencapai 70% dan melepas 19 tembakan.
Namun, dari jumlah itu hanya empat yang mengenai sasaran. Sementara itu, Newcastle punya tujuh percobaan dengan dua mengarah ke gawang, satu menjadi gol lewat sundulan Isaac Hayden memanfaatkan umpan silang Alan Saint-Maximin di detik-detik akhir pertandingan.
Ketergantungan pada sosok Abraham terlihat mencolok di laga tersebut. Ketika striker Timnas Inggris itu mati kutu, penyerang lain maupun lini kedua seperti kesulitan memecah kebuntuan. Sejauh ini Abraham memang menjadi pendulang gol utama The Blues.
Sebanyak 13 gol dari 39 gol Chelsea di Liga Premier adalah sumbangan striker berusia 22 tahun itu. Pencetak gol terbanyak kedua yakni Christian Pulisic dan Mason Mount bahkan hanya mengemas lima gol. Striker pelapis lebih buruk lagi. Michy Batshuayi baru mengemas satu gol sedangkan Pedro dan Olivier Giroud sama-sama nihil gol. “Kami tahu punya masalah di ujung lapangan, dalam hal kami tak tak mendapatkan gol yang cukup. Kalau Anda tak mencetak gol, Anda selalu menghadapi risiko besar mengalami pukulan tak terduga,” keluh Pelatih Chelsea, Frank Lampard, seperti dilansir Sky Sports, Minggu.
Lampard mengatakan hasil laga kontra Newcastle menunjukkan cukup jelas lini mana yang paling mendesak dibenahi. Pernyataan itu seperti kode keras agar The Blues segera mendatangkan sosok juru gedor baru. “Kami tak bisa sepenuhnya bergantung pada Tammy Abraham.”
Bagi Newcastle, poin penuh atas Chelsea menghentikan rentetan empat laga tanpa kemenangan di kompetisi domestik. The Magpies sementara merangsek ke posisi-12 dengan 29 poin, hanya selisih lima poin dari enam besar.
Pelatih Newcastle, Steve Bruce, menilai pertahanan yang bagus menjadi kunci kemenangan tim. Performa brilian kiper Martin Dubravka yang mementahkan empat peluang tim tamu juga menjadi kunci di laga itu.
“Kami bertahan dengan baik dan menunjukkan daya juang luar biasa. Namun ini hanya langkah selanjutnya, kami masih perlu banyak berbenah,” ujar Bruce dilansir The Guardian. (JIBI)