Dulu Aubameyang, Kini Haaland

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Pendukung Borussia Dortmund seperti deja vu saat melihat Erling Braut Haaland mengobrak-abrik pertahanan Augsburg dalam lanjutan Bundesliga di WWK Arena, Sabtu (18/1) malam WIB.
Ketika Dortmund sempat tertinggal 1-3 di awal babak kedua, striker muda asal Norwegia itu hanya butuh 23 menit untuk menjungkirbalikkan hasil pertandingan dalam laga debutnya.
Masuk ke lapangan pada menit ke-56 menggantikan Lukasz Piszczek, Haaland langsung memberondong gawang tuan rumah lewat gol pada menit ke-59, ke-70, dan ke-79. Satu gol Jadon Sancho pada menit ke-61 membuat Die Borussen akhirnya menang dengan skor meyakinkan 5-3.
Aksi Haaland langsung mengingatkan publik Dortmund pada mantan bintang mereka, Pierre Emerick-Aubameyang. Tujuh tahun silam, striker Timnas Gabon itu juga mencetak hattrick di laga perdananya bersama Dortmund di Bundesliga. Yang menarik, lawannya sama-sama Augsburg. Kedua pemain juga sama-sama mengenakan nomor punggung 17.
“Haaland terlihat sangat tenang tapi ambisius. Jika Haaland memiliki kisah sukses yang sama dengan Auba, tentu saya akan merasa sangat senang. Ini awal yang sangat luar biasa untuknya,” puji kapten Dortmund, Marco Reus, seperti dilansir Bild.
Keputusan Lucien Favre memasukkan Haaland di awal babak kedua terbukti brilian. Pola serangan dengan umpan-umpan pendek dan pergerakan dari sayap yang tidak efektif di laga itu langsung ditinggalkan. Die Borussen berganti bermain lebih direct, cepat menusuk ke jantung pertahanan lawan lewat umpan daerah.
Tiga gol terakhir Dortmund, dua dicetak Haaland, berasal dari cara tersebut. Haaland bahkan sukses mencetak gol debut lewat sepakan pertamanya di laga itu. “Pergerakannya di antara garis sangat baik. Itu memberi kami alternatif untuk melancarkan serangan,” ujar Favre.
Yang unik, tiga gol Haaland ke gawang Augsburg tidak bisa dianggap sebagai hattrick karena Bundesliga punya aturan tersendiri. Kompetisi Jerman mengenal hattrick sebagai torehan tiga gol yang dilakukan secara beruntun dan terjadi dalam satu babak. Adapun trigol Haaland di babak kedua disela gol Sancho. Di Bundesliga, tiga gol Haaland biasa disebut Lupenreiner. Namun, sang pemain tak peduli dengan istilah tersebut. Haaland mengaku sudah sangat puas bisa mencetak gol di laga debutnya. “Saya datang ke sini untuk mencetak gol,” ujar eks striker RB Salzburg itu. (JIBI)