PENJARINGAN CAWALI SOLO Purnomo Sindir Pendompleng

SOLO—Calon wali kota Solo, Achmad Purnomo, menyindir ada orang yang mendompleng dalam penjaringan cawali Solo dari PDIP.

redaksi@koransolo.co

Sindiran itu dikatakan Purnomo saat bersama calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa, menghadiri deklarasi dukungan dari pengelola dan petugas parkir di Kepatihan Wetan, Minggu (19/1).
Sebelumnya pasangan Puguh ini menghadiri deklarasi di depan Kantor Kelurahan Serengan, dan di depan Gedung Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pucangsawit, Jebres, yang dihadiri Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo.
Menurut Purnomo, penjaringan cawali-cawawali Solo oleh DPC PDIP Solo sudah selesai dengan hasil pasangan Puguh, sebelum pendompleng yang dimaksud berupaya mendaftarkan diri di Kantor DPC PDIP Solo. “Di tengah jalan wong sudah penutupan di Solo ada priyayi lain yang ndompleng, kepingin ndaftar. Saya ndak perlu menyebutkan, ada yang ingin daftar. Pak Rudy secara ketentuan ndak bisa menerima wong sudah tutup,” papar dia.
Lantaran tidak bisa mendaftar melalui DPC PDIP Solo, menurut Purnomo, orang itu mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng). Akhirnya saat ini ada beberapa figur yang memperebutkan rekomendasi dari DPP PDIP.
“Priyayi itu dengan fa-silitasnya ndaftar melalui Semarang, melalui DPD PDIP Jateng. Nah akibatnya proses yang sudah diajukan PDIP Solo sekarang ini karena ada calon lain sehingga melalui istilah masyarakat perebutan rekomendasi,” urai dia.
Saat diwawancarai wartawan seusai deklarasi dukungan, Purnomo tidak mau menyebut figur yang dia maksud. Menurut dia, saat penjaringan sudah ditutup, mestinya yang ingin mendaftar legawa menerima.
“Sudah selesai kok ada yang ndaftar. Kalau begitu apa gak ndompleng. Harusnya, kalau saya, njenengan, wong pendaftaran sudah rampung mestinya ya wis. Kita bicara logika. Tapi karena dia khusus bisa melalui DPD dan DPP,” imbuh dia. Calon wali kota yang mendaftar melalui DPD PDIP Jawa Tengah yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Iwan Triyanto, sedangkan Purnomo diajukan oleh DPC PDIP Solo.
Sedangkan Teguh Prakosa dalam sambutannya menilai perlunya pemerataan kue parkir di seluruh Solo. Untuk mewujudkan itu perlu kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan masyarakat seperti di Pasar Gede dan Pasar Kliwon.
Saat hendak diwawancarai wartawan soal pernyataannya banteng versus kerbau beberapa waktu lalu, Sekretaris DPC PDIP Solo itu menghindar. Dia menolak berkomentar kepada awak media yang menunggunya. “Saya tidak statement dulu. Biar Pak Purnomo,” kata dia.
Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo berharap DPP PDIP mempertimbangkan peningkatan kursi PDIP di DPRD Solo sebagai parameter dalam memutuskan yang akan mendapatkan rekomendasi cawali-cawawali Solo.
Rudy, demikian panggilan akrabnya, menyampaikan hal itu seusai deklarasi dukungan Komunitas Masyarakat Pinggir Sungai Bengawan Solo Pucangsawit di jalan kampung depan Gedung LPMK Pucangsawit.
“Saya dan Pak Purnomo sudah bekerja tujuh tahun. Dengan indikator apa saya tidak tahu. Tetapi ketika saya dan Pak Pur menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama 2,8 tahun PDIP mendapat 24 kursi. Juga Pemilu 2019 PDIP mendapat 30 kursi,” ujar dia.
Capaian positif juga ditorehkan PDIP Solo dengan memenangi Pemilu Presiden 2019 dengan memborong 80 persen lebih suara. “Ini kan mestinya menjadi indikator, menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum dan DPP PDIP,” kata dia.
Dia menyebut banyaknya deklarasi dukungan untuk pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa dari masyarakat termasuk dari Pucangsawit. “Ini inisiatif dari tokoh-tokoh masyarakat di pinggir Bengawan Solo, menyampaikan aspirasi kepada DPP PDIP agar memberikan dukungan estafet kepemimpinan Solo kepada Pak Purnomo dan Teguh Prakosa. Ini murni gerakan masyarakat,” terang dia.
Sebagai warga Solo yang tumbuh dewasa dan tinggal di lingkungan Bengawan Solo, Rudy menyambut baik aksi masyarakat. (JIBI)