Perakit Pesawat Asal Pinrang Tak Lulus SD Diundang KSAU ke Jakarta, Chaerul Merasa Bermimpi

Chaerul, montir perakit pesawat terbang asal Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan seolah tidak percaya dirinya akan diundang bertemu petinggi TNI AU di Jakarta.
Chaerul mengaku serasa sedang bermimpi. Chaerul diantar khusus ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat c-130 Hercules dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.
”Saya seperti mimpi, beberapa kali saya cubit tangan karena tidak percaya, saya senang sekali,” kata Chaerul saat dihubungi detikcom, Minggu (19/1).
Setelah menempuh penerbangan selama lebih kurang empat jam dan transit di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Haerul yang menjadi pembicaraan di media sosial atas keberhasilannya menerbangkan pesawat buatannya sendiri, tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 11.26 WIB.
Setibanya di Jakarta, Chaerul yang didampingi Kasibinpotdirga Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pas Baharuddin, Lurah Pallameang Asdar, seorang kerabat, dan tiga orang dosen dari Unhas, disambut Kepala Subdinas Penerangan Umum (Kasubdispenum) Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) Kolonel (Sus) Muhammad Yuris yang juga berasal dari Pinrang, dan para jurnalis ibu kota dari media televisi, cetak, maupun media daring.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Chaerul. Sebagai pimpinan TNI AU sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi), KSAU menyambut positif dan mengapresiasi pencapaian Haerul hingga mampu membuat, merakit, dan menerbangkan sendiri pesawat kreasinya sehingga beliau mengundangnya datang ke Mabes TNI AU.
Selama di Jakarta, selain bertemu dengan Kasau, Chaerul juga akan diajak mengunjungi berbagai skadron yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma dan terbang joyflight dengan pesawat TNI AU. Selain itu, Chaerul akan mengunjungi Skadron Teknik (Skatek) 021 sebagai tempat pemeliharaan pesawat TNI AU sehingga Haerul bisa berinteraksi langsung dengan teknisi pesawat TNI AU mengenai berbagai hal terkait hal-hal teknis pesawat terbang.
TNI AU juga akan memberikan edukasi dan pengetahuan tambahan kepada Chaerul tentang keselamatan penerbangan, kelaikan pesawat terbang, dan segala hal teknis terkait lainnya. Yuyu juga berharap Haerul menjadi pionir dalam pembinaan potensi dirgantara di daerahnya sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui tentang dunia keudaraan dan juga tugas-tugas TNI AU secara keseluruhan.
Mengenai sosok Chaerul, bakat lelaki yang hanya tamatan SD ini sudah terlihat dari kecil. Saat berhenti bersekolah, dia lebih banyak membantu ayahnya mengurus usaha bengkel las. Dari situ kemudian Chaerul kecil akrab dengan mesin.
“Chaerul berhenti sekolah karena tidak ada biaya dia selalu membantu saya di bengkel,” ungkap ayah Chaerul, La Bangnga, saat diwawancara detikcom, Minggu (19/1).
La Bangnga membeberkan, di antara beberapa anak laki-lakinya, semua memiliki kelebihan di bidang otomotif. Namun Chaerul-lah yang paling kreatif dalam memodifikasi mesin.
”Umur 3 tahun itu dia sudah bisa memperbaiki sepedanya sendiri, pas umur 4 tahun dia sudah bisa memperbaiki rantai motor yang longgar,” ungkapnya.
Chaerul dari dulu memang senang terhadap pesawat. Ia sering nonton YouTube dan mempelajari segala hal berkaitan dengan pesawat. Dari situ Chaerul kemudian mencoba merakit pesawat sendiri menggunakan mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 cc miliknya. Dalam proses perakitan, ayah Chaerul kerap memberikan dorongan serta usulan dalam menyelesaikan pesawat tersebut dengan sempurna.
”Bangga sekali karena seluruh dunia tidak ada yang begini, menggunakan bahan bekas, bahan bakar premium, mesin kecil dan baling-baling kayu ternyata bisa terbang,” katanya.
Ayahnya berharap Chaerul dapat senantiasa mengembangkan keativitasnya dan bisa membanggakan keluarga. ”Semoga dia bisa membuat pesawat yang lebih bagus lagi nantinya,” harapnya. (Detik/JIBI)