SOLO GREAT SALE 2020 Aplikasi Solo Sale Belum Sempurna

SOLO—Panitia Solo Great Sale (SGS) resmi meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Solo Sale, Minggu (19/1). Sayangnya, setelah diluncurkan, aplikasi Solo Sale belum sempurna.

Farida Trisnaningtyas
redaksi@solopos.co.id

Proses registrasi kurang lancar dan baru muncul dua kategori tenant. SGS 2020 segera dimulai sekitar 10 hari lagi. Aplikasi Solo Sale di-launching di area car free day (CFD). Aplikasi ini akan mempermudah konsumen memasukkan data transaksi, mengecek poin, hingga melihat beragam promo dan diskon selama SGS pada Februari 2020.
Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan aplikasi Solo Sale memang belum sempurna lantaran terkendala approval dari Google Playstore. Menurut dia, aplikasi tersebut sudah diajukan kepada pihak Playstore sejak Selasa (14/1) dan tengah menunggu approval yang membutuhkan waktu sekitar tujuh hari. Dengan demikian, kemungkinan besar aplikasi ini sudah berfungsi sepenuhnya pekan ini.
“Aplikasi sudah ada di Playstore, tapi belum sempurna. Maka dari itu, sebelum SGS resmi dimulai pada 1 Februari mendatang, sekitar dua pekan ini, kami gunakan untuk evaluasi dan monitoring khususnya aplikasi ini. Misalnya, operasional belum lancar sampai kategori tenant yang belum semuanya muncul,” ujar dia saat dihubungi Koran Solo, Minggu.
Farid menjelaskan panitia SGS tahun ini sebenarnya meluncurkan dua aplikasi, namun aplikasi Solo Sale lebih diutamakan karena dikhususkan untuk customer. Aplikasi ini dinilai responsif sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai payment gateway.
Panitia kini telah mengantongi data base sekitar 60.000 customer berdasar data SGS card lama. Data ini bisa diinjeksi dalam aplikasi anyar sehingga customer lama yang tidak berganti nomor telepon akan menerima notifikasi mengenai aplikasi Solo Sale dan cara aktivasinya.
Sementara untuk tenant atau merchant ada di aplikasi Solo Sale Tenants. Panitia SGS 2020 memiliki setidaknya data base tenant lama yang ikut dalam SGS tahun lalu. Menurut Farid, aktivasi ini bisa melalui offline dengan datang ke kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo atau melalui aplikasi Solo Sale Tenants dan tinggal menunggu approval admin secara online.
“Sekarang sudah ada 3.500 tenant. Kami fokus menyasar sektor sentra kuliner yang belum, seperti di New Galabo hingga kuliner di kawasan Kota Barat. Kami kerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Solo untuk masuk dalam komunitas paguyuban pedagang,” papar dia.
Sementara itu, pengusaha Solo bersemangat terlibat di SGS 2020. Pemilik Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, ikut serta menyukseskan SGS 2020. Pengusaha asal Solo ini rutin ikut sebagai merchant SGS. Dia siap memberikan diskon dan promo spesial untuk semua produk. “Tahun ini saya memberi diskon sebesar 25% untuk semua produk saya. Tahun lalu, saya diskon 20%,” ujar Yani.
Menurut dia, SGS membantu mendongkrak bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa low season seperti ini. Sebenarnya, bisnis kain lukis miliknya cukup stabil dan tidak terpengaruh bulan, akan tetapi, adanya SGS mampu menaikkan omzetnya.
“Produk andalan kami adalah jilbab lukis, blus lukis, syal lukis, dan tas lukis. Semua ada peminatnya,” jelas dia.