Yamaha XSR155 Memikat Konsumen di Soloraya

SOLO—Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyerahkan 20 unit Yamaha XSR155 kepada 20 pembeli pertama motor tersebut di Soloraya, Minggu (9/1), di Kedai Kopi Cold n Brew, Jl. Veteran, Solo. Unit XSR155 sulit ditemui di diler karena diminati konsumen.
Marketing Communication (Marcom) YIMM, Hendro Aryono, menjelaskan market share motor sport di Jawa Tengah 10% sampai 15%. Selain itu, segmen ini memiliki lebih banyak kompetitor daripada segmen motor matik yang mendominasi pasar sepeda motor.
YIMM percaya diri masuk di segmen tersebut karena Yamaha XSR155 dengan penampilan sport heritage-nya bukan kendaraan biasa. Motor ini memiliki desain autentik dari Yamaha XS400 yang dikenalkan pada 1970.
“Konsumen mayoritas dari pasar motor sport. Mereka bukan kolektor sehingga motor dipakai harian. Kami sudah mengirimkan kepada para konsumen pada tahun baru 2020 setelah diresmikan pada akhir tahun di Jakarta,” kata dia kepada Koran Solo di sela-sela acara.
Yamaha mengusung konsep Neoretro pada XSR155. Nama R merujuk pada racing sehingga produk andalan Yamaha tersebut merupakan perpaduan dari retro dan racing yang menjadi tren akhir-akhir ini.
XSR155 memiliki sejumlah spesifikasi menarik antara lain, LED depan DRL bergaya retro, spidometer retro yang full digital, jok retro, suspensi depan upside down, ban tubeles, tangki retro berkapasitas 10,4 liter, asist and slipper cluth, starter model motor gede, dan mesin 155cc dengan enam percepatan. Selain itu, tenaga maksimal 19,3 PS pada 10.000 rpm dan torsi maksimal 14,7 Nm pada 8.500 rpm.
“Konsumsi bahan bakar sesuai dengan karakter pengendara. Satu liter bisa menempuh 41 kilometer hingga 52 kilometer,” kata dia.
Harga XSR155 on the road Solo adalah Rp37.095.000 dengan pilihan matte silver premium dan matte black elegance. Yamaha unit display XSR155 sulit ditemui di diler resmi. Masyarakat membeli dengan proses inden selama satu bulan.
Salah seorang konsumen dari Klaten, Joko Prasetyo, 31, mengaku puas mengendarai XSR155 dua pekan terakhir. Motor tersebut dia pakai sebagai kendaraan harian. “Saya menunggu sejak motor ini dirilis di Thailand pertengahan tahun lalu. Saat dikenalkan di Jakarta saya menjual motor saya untuk memesan XSR155. Akselerasinya bagus,” ujar dia.
Konsumen lain dari Kecamatan Pasar Kliwon, Dias, 16, jatuh cinta pada XSR155 karena desain retro yang mendapatkan sentuhan modern. Motor tersebut merupakan hadiah dari orang tua yang dipakai harian berangkat dan pulang sekolah. “Desainnya bikin teman-teman ingin coba motor saya,” kata dia. (Wahyu Prakoso)