DAMPAK PEMBANGUNAN FLYOVER PURWOSARI Jl. Honggowongso Dua Arah

SOLO—Dinas Perhubungan Kota Solo akan memberlakukan sistem dua arah di Jl. Honggowongso mulai Senin (3/2).

ICHSAN KHOLIF RAHMAN
redaksi@koransolo.co

Sistem dua arah itu berlaku dari simpang empat Pasar Kembang ke utara hingga simpang empat Ngapeman. Rekayasa lalu lintas ini untuk mengakomodasi bus antarkota dalam provinsi (AKPD) dari wilayah selatan Kota Solo menuju Terminal Tirtonadi.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, saat ditemui Koran Solo, Senin (20/1), mengatakan pemberlakuan dua arah itu maju dua hari lebih cepat dari jadwal penutupan jalan terkait pembangunan jalan lintas atas atau flyover Purwosari pada Rabu (5/2).
Pemberlakuan dua arah itu sebagai persiapan dan pembiasaan agar masyarakat tidak kaget dengan manajemen rekayasa lalu lintas baru sebagai dampak pembangunan jalan lintas atas Purwosari. Semula bus AKDP dari arah selatan melalui Jl. Veteran ke Jl. dr. Radjiman, lalu Jl. Agus Salim, menuju Jl. Slamet Riyadi dengan menyeberangi perlintasan sebidang Purwosari, kemudian belok kanan ke Jl. Ahmad Yani dan mengarah ke Terminal Tirtonadi.
“Kalau dari arah selatan biasanya kendaraan tidak boleh mengarah ke utara di simpang empat Pasar Kembang.”

”Nanti dengan kebijakan baru bus AKDP dapat melalui Jl. Honggowongso menuju Jl. Gajahmada, Jl. S. Parman, kawasan Gilingan, mengarah ke Jl. Ahmad Yani, lalu ke Terminal Tirtonadi. Ini bukan hanya untuk bus AKDP, kendaraan umum juga boleh melintas,” ujar Ari.
Ia meminta masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan. Proyek pembangunan jalan lintas atas Purwosari jelas berdampak pada arus lalu lintas. Masyarakat harus mengatur rute perjalanan yang akan dilalui selama proyek pembangunan tersebut.
“Moda transportasi juga harus dipertimbangkan. Kalau memang bisa menggunakan sepeda motor ya digunakan. Pada hari pertama penutupan jalan di Purwosari masyarakat akan kaget tetapi nanti seiring berjalannya waktu masyarakat akan mencari rute sendiri,” kata Ari.
Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Mudo Prayitno, telah berkoordinasi dengan perusahaan bus untuk menyosialisasikan tahapan proyek pembangunan jalan lintas atas Purwosari. Ia juga telah menyiapkan sekitar 50 rambu sosialisasi mengenai rute-rute yang dapat dilalui masyarakat.
Rambu-rambu itu akan dipasang di beberapa akses masuk Kota Solo dan di dalam Kota Solo. Rambu-rambu penutupan jalan di sekitar kawasan proyek juga akan ditambah. Di beberapa lokasi strategis di Kota Solo akan dipasang rambu informasi penutupan jalan termasuk rute yang harus dilalui untuk menghindari kawasan proyek.
“Rute alternatif menuju Kota Solo sudah disiapkan. Bisa lewat simpang tiga Kerten ke Jl. Ahmad Yani mengarah ke Jl. Adisucipto atau dari simpang tiga Faroka langsung ke Jl. Adisucipto mengarah ke jalan lintas atas Manahan. Underpass Makam Haji bisa jadi pilihan,” ujar Mudo. (JIBI)