KASUS DUGAAN MESUM DI MOBIL PNS Sragen Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

ICHSAN KHOLIF RAHMAN

SOLO—Pelaku tabrak lari di Solo Paragon Mall pada Jumat (17/1) sore, Bekti Nugroho, ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Reskrim Polsek Banjarsari, Solo.
Kapolsek Banjarsari, Kompol Demianus Palu-lungan, mengatakan Bek-ti Nugroho dan petugas keamanan yang menjadi korban tabrak lari, Andika, sudah diperiksa di Mapolsek Banjarsari pada Sabtu (18/1) malam.
Bekti Nugroho yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen itu dinilai kooperatif selama pemeriksaan.

Meski berstatus sebagai tersangka, Bekti Nugroho tidak ditahan dikarenakan proses kasus tabrak lari itu masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi seperti saksi perempuan Desy Ita yang kini sedang berada di luar Kota Solo. Tetapi, Bekti Nugroho untuk sementara waktu harus wajib lapor ke Mapolsek Banjarsari meskipun sudah ada penjamin pelaku.
“Pelaku dan beberapa saksi seperti petugas keamanan sudah kami periksa. Bekti sudah berstatus sebagai tersangka, kami jerat Pasal 338 KUHP jo 53 tentang Percobaan Pembunuhan dan atau Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan,” ujar Kapolsek mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol. Andy Rifai, saat dijumpai wartawan di Mapolsek Banjarsari, Senin (20/1).
Dia menambahkan bukti yang disita yakni mobil Honda Jazz berpelat nomor AD 8941 HN. Sementara bukti berupa rekaman kamera pengawas saat ini sedang dikumpulkan.
Kapolsek menjelaskan dugaan hubungan seksual antara dua orang di dalam mobil yakni Bekti Nugroho dan Desy Ita tidak terbukti selama pemeriksaan pelaku. Ia mengakui di dalam mobil ada bungkus kondom, namun kondom itu belum sempat digunakan pelaku. Menurut Kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan, saat petugas parkir mengetuk mobil, pelaku langsung keluar dari pintu belakang berpindah ke bagian depan mobil.
“Setelah keluar pindah ke depan pelaku langsung tancap gas. Pengakuan pelaku melarikan diri karena panik tepergok petugas sedang berduaan di dalam mobil. Pekerjaan perempuan pegawai lepas, tetapi lokasinya saya tidak mengetahui,” papar dia.
Pemkab Sragen tidak akan memberikan pendampingan hukum terhadap Bekti Nugroho. Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen masih mengkaji kasus tersebut karena baru kali pertama ada PNS yang diduga terlibat kasus dugaan percobaan pembunuhan.
“Selama ini kami belum menerima konfirmasi tentang status tersangka masalah apa. Setelah kami mengetahui status tersangka itu berhubungan dengan kasus apa baru kami bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk menentukan sanksinya. Kami akan mengkaji lebih lanjut karena ini kasus pertama di Sragen. Selama ini belum ada ASN yang menjadi tersangka kasus percobaan pembunuhan,” ujar Kepala BKPSDM Sragen, Sutrisna, saat dihubungi Koran Solo, Senin.
Kabag Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Muh. Yulianto, menyampaikan untuk sementara posisi Pemkab masih mengikuti kasusnya karena proses pidana menjadi wewenang aparat penegak hukum. (Tri Rahayu/JIBI)