Polisi Ringkus 2 Pengedar Sabu-Sabu

SUKOHARJO—Aparat kepolisian menangkap dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) di lokasi berbeda. Salah satu tersangka merupakan residivis kasus narkoba yang telah dua kali masuk jeruji besi.
Kedua tersangka pengedar SS masing-masing Acn, warga Desa Pondok, Kecamatan Grogol dan Elw, warga Desa Madegondo, Grogol. Elw ditangkap di depan warung bakso Kasmaran di Jalan Solo-Wonogiri di Desa/Kecamatan Grogol pada Sabtu (11/1) sekitar pukul 16.30 WIB. Kemudian, polisi melakukan penggeledahan dan menemukan satu paket sabu-sabu berisi satu gram.
Polisi lantas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka lainnya Acn di Desa Pondok, Kecamatan Grogol. Dari tangan Acn polisi mendapati satu amplop putih berisi sabu-sabu berisi 24,7 gram dan satu bungkus plastik. “Penangkapan Acn merupakan hasil pengembangan petugas di lapangan. Kedua pengedar sabu-sabu itu ditangkap di dua lokasi berbeda,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolres Sukoharjo, Senin (20/1).
Pelaku Lokal
Elw merupakan residivis kasus narkoba yang telah berulang kali masuk penjara. Elw bebas pada beberapa bulan lalu. Saat menjual barang haram itu, Elw dibantu Acn yang berhubungan langsung dengan calon pembeli. Mereka merupakan pelaku lokal yang mengedarkan SS di wilayah Sukoharjo.
Berdasar penyelidikan awal, SS dipasok dari pengedar lain berinisial Tt. Saat ini, polisi masih memburu Tt namun belum membuahkan hasil. “Acn merupakan tangan kanan Elw dalam mengedarkan SS. Pekerjaan Acn kali terakhir adalah mahasiswa di salah satu universitas swasta di Solo namun sudah drop out (DO),” ujar dia.
Selain sabu-sabu, polisi juga menyita tiga ponsel dan dua unit sepeda motor milik tersangka. Penyidik masih mendalami keterangan kedua tersangka untuk pengembangan penyelidikan kasus SS itu.
Kedua tersangka merupakan pelaku lokal yang mengedarkan SS di sekitar wilayah Sukoharjo. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika.
“Jika ada informasi tentang kasus narkoba silakan melapor ke aparat kepolisian. Kami membutuhkan informasi dari masyarakat,” papar dia.
Sementara itu, seorang tersangka, Elw mengatakan belum sempat menjual barang haram kepada calon pembeli. Dia mengaku menerima pasokan sabu-sabu dari Tt pada beberapa hari lalu. Biasanya, transaksi jual-beli sabu-sabu dilakukan melalui perantara dan kurir barang. “Sudah dua kali [masuk penjara kasus narkoba]. Belum sempat menjual karena keburu tertangkap,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)