Sedimentasi Bikin Banjir Sungai Mungkung Perlu Dinormalisasi

SRAGEN—Sedimen yang menumpuk di dasar Sungai Mungkung, Sragen, dianggap sebagai salah satu penyebab air meluap hingga jalan raya pada awal Januari lalu.

Moh. Khodiq Duhri
redaksi@koransolo.co

Pantauan Koran Solo di lokasi, Senin (20/1), sedimen di dasar sungai di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, itu berbentuk layaknya pulau-pulau kecil. Sedimen itu berada di kanan dan kiri sungai. Pada bagian tengahnya terdapat aliran air. Di tepi sungai itu, sampah rumah tangga menumpuk. Meski sudah ada papan larangan membuang sampah ke sungai, warga mengabaikan larangan itu.
Pada Jumat (17/1) sejumlah sukarelawan dari berbagai lembaga seperti BPBD Sragen, SAR Poldes Sidoharjo, Polsek Sidoharjo, Koramil Sidoharjo dan lain-lain menggelar kerja bakti di dasar Sungai Mungkung. Para relawan menemukan banyak sampah tersangkut di tiang jembatan lama maupun jembatan baru. Banyaknya barongan atau rumpun bambu yang tersangkut di tiang jembatan memperparah penumpukan sampah di lokasi.
“Kami menemukan sekitar tujuh barongan yang tersangkut di tiang jembatan lama dan jembatan baru. Banyak sekali sampah yang tersangkut di barongan itu. Hal itu membuat aliran air tidak lancar sehingga terjadi luapan banjir beberapa waktu lalu,” jelas anggota Satpol PP Kecamatan Sidoharjo, Ratmanto, kepada Koran Solo.
Kepala Desa Jetak, Siswanto, mengatakan Sungai Mungkung perlu segera dinormalisasi karena tingkat sedimentasinya sudah tinggi. Menurutnya, kali terakhir Sungai Mungkung dinormalisasi pada 2013 lalu.
Anak Bengawan Solo
Pengerukan sedimen itu, kata Siswanto, merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sungai Mungkung merupakan anak dari Bengawan Solo.
“Solusi supaya air tidak meluap lagi, Sungai Mungkung harus dinormalisasi. Sedimen itu terakhir dikeruk pada 2013 sehingga pada saat ini sudah sangat dangkal sekali. Itu sebabnya aliran air menjadi tidak lancar sehingga mengakibatkan air sungai meluap hingga menggenangi jalan raya Sragen-Solo beberapa waktu lalu,” terang Siswanto.